Hidup ini aneh. Suatu kejadian biasanya akan terjadi secara berturut-turut. Kalau sedang apes,..biasanya apes berturut-turut. Kalau sedang beruntung,..biasanya beruntung berturut-turut. Kalau sedang lupa,..biasanya lupa berturut-turut.Begitu juga kalau sedang dodol aka bodoh,..maka biasanya juga akan dodol berturut-turut. Untuk kejadian apes, beruntung, dan lupa juga aku alami. Tapi yang paling segar dalam ingatan adalah kejadian terakhir,..yaitu ke-dodol-an yang berturut-turut.
Coba saja perhatikan kejadian yang aku alami secara berturut-turut diminggu yang lalu;
kedodolan pertama:..aku melewati pos satpam di Makro tanpa mengambil karcis parkir. Ceritanya aku sedang nyetir sembari melamun,..masuk ke areal parkiran di Makro samar-samar aku mendengar suara sempritan yang panjang. Priiiiiiit....priiiiiit,...(dalam hati aku sempat berkata,"siapa sih yang mainan pluit siang-siang bolong begini") Sambil tetap melajukan kendaraan aku sempat melihat ke kaca spion dan dari kejauhan aku lihat seorang petugas satpam yang cukup gendut sedang berlari-lari kearah mobilku. Oh, ternyata dia yang meniupkan peluit. Oh my God,..aku langsung menghentikan kendaraan dan memundurkannya. "Haduuuuuuh pak..maaf, saya lupa dan saya tidak lihat bapak. Maaf ya pak,...maaf.." ujarku berkali-kali sambil menunjukkan wajah penuh penyesalan. "Huuuuh,..ibu gimana sih,..saya sudah panggil-panggil tadi, sampai saya tiup pluit masih nggak kedengeran" katanya sambil menyerahkan karcis parkir. "Iya pak, saya tahu saya salah,..maaf ya pak,..bener-bener tidak sengaja" Akhirnya tidak lama kemudian si pak satpam tersenyum juga melihat wajahku yang innocent ini (cuiiiih..! hahhahaha...)
Kedodolan kedua,..aku merubah warna kemeja kerja suamiku
Ceritanya sejak habis lebaran kemaren tukang cuci yang telah bekerja padaku selama 9 tahun memutuskan untuk pensiun. Karena anak-anak yang selama ini menjadi tanggungannya, alhamdullillah semuanya sudah bekerja. Dan sejak saat itu kegiatan mencuci pakaian kembali menjadi kewajibanku. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk penemu mesin cuci karena telah menciptakan alat yang bisa meringankan pekerjaan terberat di dalam rumah tangga. Tinggal memasukkan pakaian kotor, masukkan detergent dan pewangi, pencet satu tombol,...taaaadaaaaaa,...stengah jam kemudian pakaian sudah keluar dalam keadaan nyaris kering. Tapi kali ini ada sedikit kejutan ketika aku mengeluarkan pakaian-pakaian itu,...taaaaadaaaaaa,..kemeja kerja warna krem milik suami berubah warna menjadi hijau toska,..dan semua pakaian yang berwarna putih menjadi kebiru-biruan,...wwwwhhhaaaaa....
Kedodolan ketiga,..menjatuhkan tangan manekin
Sungguh lelah rasanya menjadi pekerja rangkap-rangkap seperti ini. Diakhir pekan aku menemui beberapa orang temenku untuk kumpul sejenak. Seperti biasa makan menjadi satu-satunya jalan keluar. Sehabis makan salah seorang temanku tertarik dengan iklan big sale. Baru saja masuk kedalam toko retail itu,..mendadak aku menyenggol salah satu manekin. Dan dalam hitungan detik tangan manekin itu tiba-tiba "protol" alias copot. Dengan gugup aku memungut tangan itu dan berusaha untuk memasangnya kembali ketempat semula. Tapi tidak berhasil. Aku memandang kesekeliling mencoba menemukan karyawan atau petugas yang mungkin bisa membantu. Tapi sialnya semua pura-pura tidak melihat (atau memang benar-benar tidak melihat) Akhirnya ketika aku kembali memcoba memasang dan memutar-mutar tangan itu, datang juga bantuan. Sambil mengucapkan maaf aku buru-buru kabur dari tempat itu,..hhhhuuuuuuu,...inje,..inje,..
See,..
tiga hari berturut-turut lho,..
ck,..ck,..ck...
Thursday, October 29, 2009
Sunday, October 4, 2009
mudik lebaran
Lebaran ternyata lebih cepat satu hari.
Alhasil aku sekeluarga yang tadinya berencana untuk berangkat mudik sehabis shalat Ied malah akhirnya menjadi berangkat dilebaran kedua,..hiks..mau gimana lagi..
Menginap semalam dipekan baru,..pada hari lebaran ketiga kami langsung berangkat ke Sumatera Barat. Rute kali ini Bukittinggi, Padang (via Pariaman) lalu Sawahlunto.
Di Bukittinggi menginap semalam dan di Sawahlunto menginap semalam. Trip kali ini aku awalnya aku berniat untuk mendokumentasikan perjalanan, tapi entah mengapa penyakit malas menghinggapi diriku. Penyakit malas yang benar-benar akut hingga akhirnya tidak banyak gambar yang bisa aku share,.. hihihihi...namanya juga liburan,..enjoy the trip lah sekali-kali,..apalagi kemaren sehabis puasa sebulan, selain enjoy the trip, enjoy the food juga dong,..hihihihi...



Oh ya,..aku sempatkan untuk mengabadikan "kelok sembilan" yang terkenal itu. Konon untuk menjaga agak kelok sembilan ini lebih long lasting (halah,..bahasanya,..)akan dibangun fly over.Tampak pada gambar paling atas kelok sembilan yang asli,..sementara ,di gambar tengah adalah sebagian bukit yang "dipapras" dan gambar yang paling bawah adalah sebagian konstruksi yang telah jadi. Hm,..cukup menakjubkan juga proyek ini yah...
Sesampainya kami di Bukittinggi sudah sulit untuk mendapatkan hotel yang ditengah kota. Daripada repot cari sana sini kami langsung memutuskan untuk menginap di Hotel Pusako. Sungguh sayang rasanya melihat hotel yang mestinya sangat bagus ini kelihatan kurang terawat. Bangunan dengan cat yang mulai mengelupas dan genteng yang mulai berlumut membuat hotel ini kurang menarik. Si kakak bahkan berkomentar, "Quite scary, mom.." secara di belakang playground tempat anak-anak bermain adalah taman pemakaman umum. Hihihihi,..



Hari berikutnya tujuan kami adalah kota Padang. Sengaja memilih jalur yang melambung dan pastinya lebih jauh. Tujuannya tidak lain agar bisa mengulang lagi melintasi "kelok 44" sambil menikmati indahnya pemandangan Danau Maninjau.


Kota terakhir yang kami singgahi adalah Sawahlunto. Selalu timbul perasaan nostalgia tiap kali menginjakkan kaki dikota ini. Dari tahun ke tahun tampilannya tidak pernah banyak berubah. Kota yang benar-benar klasik. Niat awalnya sih aku kepengen mengabadikan bangunan-bangunan tua disini. Tapi apa daya,..jika sudah berkumpul bersama keluarga besar rasanya malas untuk keluar rumah. Akhirnya yang sempat diabadikan hanyalah foto rame-rame,kebon kakao-nya si mbah (yang panennya cukup lumayan) plus sungai deras dipinggir jalan menuju keluar kota. Rasanya liburannya terlalu singkat. Mudah-mudahan dilain waktu bisa lebih lama lagi jadi bisa merekam gambar yang lebih bagus lagi (aaaaahhhhh,..bokis abis,..huahahhaha...)


Alhasil aku sekeluarga yang tadinya berencana untuk berangkat mudik sehabis shalat Ied malah akhirnya menjadi berangkat dilebaran kedua,..hiks..mau gimana lagi..
Menginap semalam dipekan baru,..pada hari lebaran ketiga kami langsung berangkat ke Sumatera Barat. Rute kali ini Bukittinggi, Padang (via Pariaman) lalu Sawahlunto.
Di Bukittinggi menginap semalam dan di Sawahlunto menginap semalam. Trip kali ini aku awalnya aku berniat untuk mendokumentasikan perjalanan, tapi entah mengapa penyakit malas menghinggapi diriku. Penyakit malas yang benar-benar akut hingga akhirnya tidak banyak gambar yang bisa aku share,.. hihihihi...namanya juga liburan,..enjoy the trip lah sekali-kali,..apalagi kemaren sehabis puasa sebulan, selain enjoy the trip, enjoy the food juga dong,..hihihihi...
Oh ya,..aku sempatkan untuk mengabadikan "kelok sembilan" yang terkenal itu. Konon untuk menjaga agak kelok sembilan ini lebih long lasting (halah,..bahasanya,..)akan dibangun fly over.Tampak pada gambar paling atas kelok sembilan yang asli,..sementara ,di gambar tengah adalah sebagian bukit yang "dipapras" dan gambar yang paling bawah adalah sebagian konstruksi yang telah jadi. Hm,..cukup menakjubkan juga proyek ini yah...
Sesampainya kami di Bukittinggi sudah sulit untuk mendapatkan hotel yang ditengah kota. Daripada repot cari sana sini kami langsung memutuskan untuk menginap di Hotel Pusako. Sungguh sayang rasanya melihat hotel yang mestinya sangat bagus ini kelihatan kurang terawat. Bangunan dengan cat yang mulai mengelupas dan genteng yang mulai berlumut membuat hotel ini kurang menarik. Si kakak bahkan berkomentar, "Quite scary, mom.." secara di belakang playground tempat anak-anak bermain adalah taman pemakaman umum. Hihihihi,..
Hari berikutnya tujuan kami adalah kota Padang. Sengaja memilih jalur yang melambung dan pastinya lebih jauh. Tujuannya tidak lain agar bisa mengulang lagi melintasi "kelok 44" sambil menikmati indahnya pemandangan Danau Maninjau.
Kota terakhir yang kami singgahi adalah Sawahlunto. Selalu timbul perasaan nostalgia tiap kali menginjakkan kaki dikota ini. Dari tahun ke tahun tampilannya tidak pernah banyak berubah. Kota yang benar-benar klasik. Niat awalnya sih aku kepengen mengabadikan bangunan-bangunan tua disini. Tapi apa daya,..jika sudah berkumpul bersama keluarga besar rasanya malas untuk keluar rumah. Akhirnya yang sempat diabadikan hanyalah foto rame-rame,kebon kakao-nya si mbah (yang panennya cukup lumayan) plus sungai deras dipinggir jalan menuju keluar kota. Rasanya liburannya terlalu singkat. Mudah-mudahan dilain waktu bisa lebih lama lagi jadi bisa merekam gambar yang lebih bagus lagi (aaaaahhhhh,..bokis abis,..huahahhaha...)
Wednesday, September 9, 2009
Mogok lageeee,..
Perbedaan antara memakai mobil baru dengan mobil lama memang sangat jelas. Jika mobil baru kita tidak perlu khawatir mesin akan ngadat, maka hal sebaliknya terjadi pada mobil lama, apalagi jika mobil itu lebih sering digunakan untuk di medan offroad. Entah memang mobilnya sendiri yang alergi terhadap jalan mulus atau bagaimana, aku kurang tahu, yang jelas siang ini aku kembali dikerjai oleh mobil klangenan-ku itu.
Tepat pukul 2 siang, saat matahari bersinar dengan teriknya,..aku terdampar di tepi jalan di kawasan alam sutra. Tepat di bundaran ketika mobilku mulai kehilangan tenaganya,..setelah beberapa detik tersengal-sengal akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya. Untungnya aku cukup sigap menepikan kendaraan pada detik-detik menjelang kematiannya. Cuih,..mendeskripsikan mobil mogok saja sampai sebegitu dramatisnya,..hehehehe….biarin,..weeeek..
Dan mulailah aku berjuang memencet beberapa nomor telfon dengan persedian batere yang sudah sangat menipis di hape. Kebiasaanku yang malas menge-charge hape akhirnya mendatangkan bencana. Di saat darurat aku baru sadar bahwa punya hape dengan pulsa yang melimpah akan percuma jika baterenya habis. Awalnya aku menghubungi karyawanku yang dibengkel,..meminta salah seorang dari mereka untuk mengantarkan kendaraan pengganti apapun bentuknya, asal jangan getek, hahhaha(garing banget sih gue ;-P). Dan dengan sisa-sisa power di hape aku berusaha menghubungi ajudanku,..pelindungku, mc gyver-ku,..siapa lagi kalau bukan agung. Sia-sia karena nomornya tidak dapat dihubungi. Aku mengirim pesan singkat,”MOBILKU MOOOOGOOOK,….ALLAHUAKBAR,..!!!!
Selang beberapa saat aku mendapatkan telfon balik darinya. Aku meminta dia untuk berbicara cepat, singkat dan padat karena aku tidak yakin berapa lama lagi hape-ku sanggup bertahan. Dan dengan mengikuti instruksinya aku mulai membuka kap mobil dan menggetok-getok beberapa bagian didalam kap mobil itu. Percuma,..hasilnya nihil. Aku mulai putus asa hingga akhirnya aku menyerah dan memilih untuk menunggu datangnya bala bantuan. Seiring dengan itu hapeku pun ikut mati,..bet.
Well,..here I am,..
Didalam mobil,…yang makin lama makin panas. Sebuah mobil tangki penyiram tanaman berkali-kali meng-klakson menyuruhku untuk pergi. Dengan wajah penuh penyesalan aku mengatakan bahwa mobilku mogok. Aku tidak bisa memindahkan posisi mobilku. Akhirnya dia mengerti dan berjalan melewatiku. Menit-demi menit berlalu. Didalam mobil terasa seperti direbus. Panasnya minta ampun. Akhirnya aku mengalah. Mobil aku kunci dan aku pergi berteduh disebuah pohon besar. Dengan wajah penuh harap aku memandang kekejauhan menunggu datangnya mobil pikap merah yang menjadi kendaraan operasional bengkel. Belum pernah aku merasa serindu itu pada si mobil gerobak yang penuh dengan ceceran oli dan kabin apek. Bahkan hampir semua bagian interiornya protol dimana-mana,..mulai dari sabuk pengaman yang cantelannya sudah patah,..bukaan jendela yang copot,..tutup laci yang lepas,..lebih baik agar aku tidak menceritakan lebih jauh bagian-bagian lain yang kerusakannya bisa membuatku menitikkan air mata. Hahhahahha,..lebay…
Tunggu dan terus menunggu,..entah sudah berapa angkot yang berhenti dan menawariku untuk naik. Bosan menolak angkot,..aku memilih untuk menghadap ke pohon. Tapi setelah kupikir-pikir aku terlihat seperti seorang pria yang sedang buang air kecil. Huh,..akhirnya aku kembali menghadap kearah jalanan dan hanya bisa menggerutu kesal saat beberapa pengemudi mata keranjang mencoba untuk menghentikan kendaraannya dengan memberi sinyal lampu,..damn you,..grrrrrrrhhhhhh…
Akhirnya kereta kencana itu tiba,..kijang pikap merah itu tersenyum kepadaku dari kejauhan,..oh dewa penyelamatku,..akhirnya kau tiba juga, ujarku sambil mengelus dasbor mobil. Babak selanjutnya adalah pemindahan barang-barang bawaanku,..tas jinjing yang lumayan besar ( yang seluruh isi pernah aku beberkan sebelumnya pada cerita olala ;-P ) lalu komputer jinjing, lalu folder plastik penuh dengan map-map, lalu lunch box, lalu termos minumanku, lalu satu buah semangka bulat, utuh, plus sekantong plastik belanjaan berisi susu segar dan jus buah yang barusan aku beli karena memang rute yang aku lalui melewati sebuah toko buah segar di kawasan alam sutra. Maaakkkk,..kabin pikap ini sudah penuh dengan barang-barangku lantas anak-anak berikut tas-tasnya nanti bagaimana? Hooooo,…lebih baik kebut dulu karena aku sudah cukup terlambat dari jam kepulangan mereka.
Sesampainya disekolahan anak-anakku terbelalak. Kenapa pake mobil ini mam? Protes mereka. Dan aku tahu jawapan yang paling jitu. “Cepetan naek,…kalau tidak mau naik silahkan pulang jalan kaki…”dan berhasil…mereka pun berebutan untuk naik kedalam kabin yang sempit itu. Aku nyaris tertawa ketika mereka duduk berdesak-desakan dengan barang-barangku. Si kakak malah kebagian memangku semangka agar tidak bergulir kesana kemari setiap kali aku menikung. Dan sepanjang perjalanan aku menceritakan kronologis kejadian hingga aku harus menjemput dengan mobil pikap itu. Tapi belum sampai setengah jam aku bercerita mereka sudah jatuh tertidur. Tampaknya angin yang bertiup dari jendela yang terbuka lebar membuat mereka mengantuk bukan kepalang. Ooooohhhhhhh,…..my babies….. mommy loves you…
Tepat pukul 2 siang, saat matahari bersinar dengan teriknya,..aku terdampar di tepi jalan di kawasan alam sutra. Tepat di bundaran ketika mobilku mulai kehilangan tenaganya,..setelah beberapa detik tersengal-sengal akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya. Untungnya aku cukup sigap menepikan kendaraan pada detik-detik menjelang kematiannya. Cuih,..mendeskripsikan mobil mogok saja sampai sebegitu dramatisnya,..hehehehe….biarin,..weeeek..
Dan mulailah aku berjuang memencet beberapa nomor telfon dengan persedian batere yang sudah sangat menipis di hape. Kebiasaanku yang malas menge-charge hape akhirnya mendatangkan bencana. Di saat darurat aku baru sadar bahwa punya hape dengan pulsa yang melimpah akan percuma jika baterenya habis. Awalnya aku menghubungi karyawanku yang dibengkel,..meminta salah seorang dari mereka untuk mengantarkan kendaraan pengganti apapun bentuknya, asal jangan getek, hahhaha(garing banget sih gue ;-P). Dan dengan sisa-sisa power di hape aku berusaha menghubungi ajudanku,..pelindungku, mc gyver-ku,..siapa lagi kalau bukan agung. Sia-sia karena nomornya tidak dapat dihubungi. Aku mengirim pesan singkat,”MOBILKU MOOOOGOOOK,….ALLAHUAKBAR,..!!!!
Selang beberapa saat aku mendapatkan telfon balik darinya. Aku meminta dia untuk berbicara cepat, singkat dan padat karena aku tidak yakin berapa lama lagi hape-ku sanggup bertahan. Dan dengan mengikuti instruksinya aku mulai membuka kap mobil dan menggetok-getok beberapa bagian didalam kap mobil itu. Percuma,..hasilnya nihil. Aku mulai putus asa hingga akhirnya aku menyerah dan memilih untuk menunggu datangnya bala bantuan. Seiring dengan itu hapeku pun ikut mati,..bet.
Well,..here I am,..
Didalam mobil,…yang makin lama makin panas. Sebuah mobil tangki penyiram tanaman berkali-kali meng-klakson menyuruhku untuk pergi. Dengan wajah penuh penyesalan aku mengatakan bahwa mobilku mogok. Aku tidak bisa memindahkan posisi mobilku. Akhirnya dia mengerti dan berjalan melewatiku. Menit-demi menit berlalu. Didalam mobil terasa seperti direbus. Panasnya minta ampun. Akhirnya aku mengalah. Mobil aku kunci dan aku pergi berteduh disebuah pohon besar. Dengan wajah penuh harap aku memandang kekejauhan menunggu datangnya mobil pikap merah yang menjadi kendaraan operasional bengkel. Belum pernah aku merasa serindu itu pada si mobil gerobak yang penuh dengan ceceran oli dan kabin apek. Bahkan hampir semua bagian interiornya protol dimana-mana,..mulai dari sabuk pengaman yang cantelannya sudah patah,..bukaan jendela yang copot,..tutup laci yang lepas,..lebih baik agar aku tidak menceritakan lebih jauh bagian-bagian lain yang kerusakannya bisa membuatku menitikkan air mata. Hahhahahha,..lebay…
Tunggu dan terus menunggu,..entah sudah berapa angkot yang berhenti dan menawariku untuk naik. Bosan menolak angkot,..aku memilih untuk menghadap ke pohon. Tapi setelah kupikir-pikir aku terlihat seperti seorang pria yang sedang buang air kecil. Huh,..akhirnya aku kembali menghadap kearah jalanan dan hanya bisa menggerutu kesal saat beberapa pengemudi mata keranjang mencoba untuk menghentikan kendaraannya dengan memberi sinyal lampu,..damn you,..grrrrrrrhhhhhh…
Akhirnya kereta kencana itu tiba,..kijang pikap merah itu tersenyum kepadaku dari kejauhan,..oh dewa penyelamatku,..akhirnya kau tiba juga, ujarku sambil mengelus dasbor mobil. Babak selanjutnya adalah pemindahan barang-barang bawaanku,..tas jinjing yang lumayan besar ( yang seluruh isi pernah aku beberkan sebelumnya pada cerita olala ;-P ) lalu komputer jinjing, lalu folder plastik penuh dengan map-map, lalu lunch box, lalu termos minumanku, lalu satu buah semangka bulat, utuh, plus sekantong plastik belanjaan berisi susu segar dan jus buah yang barusan aku beli karena memang rute yang aku lalui melewati sebuah toko buah segar di kawasan alam sutra. Maaakkkk,..kabin pikap ini sudah penuh dengan barang-barangku lantas anak-anak berikut tas-tasnya nanti bagaimana? Hooooo,…lebih baik kebut dulu karena aku sudah cukup terlambat dari jam kepulangan mereka.
Sesampainya disekolahan anak-anakku terbelalak. Kenapa pake mobil ini mam? Protes mereka. Dan aku tahu jawapan yang paling jitu. “Cepetan naek,…kalau tidak mau naik silahkan pulang jalan kaki…”dan berhasil…mereka pun berebutan untuk naik kedalam kabin yang sempit itu. Aku nyaris tertawa ketika mereka duduk berdesak-desakan dengan barang-barangku. Si kakak malah kebagian memangku semangka agar tidak bergulir kesana kemari setiap kali aku menikung. Dan sepanjang perjalanan aku menceritakan kronologis kejadian hingga aku harus menjemput dengan mobil pikap itu. Tapi belum sampai setengah jam aku bercerita mereka sudah jatuh tertidur. Tampaknya angin yang bertiup dari jendela yang terbuka lebar membuat mereka mengantuk bukan kepalang. Ooooohhhhhhh,…..my babies….. mommy loves you…
Wednesday, September 2, 2009
teman imajiner
Teman imajiner
Ada sesuatu yang terungkap ketika dalam trip terakhir kami ke tanjung lesung kemarin. Sesuatu yang kedengarannya misterius dan sedikit menakutkan. Ini adalah cerita tentang anak bungsuku benayu dengan teman imanjinasinya.
Berawal dari coretan-coretan bena dikertas,..yang buru-buru disembunyikannya ketika aku mencoba untuk melongok apa yang sedang dikerjakannya. Aku pun menjadi penasaran dengan hal yang ingin disembunyikannya itu. Diam-diam ketika dia sedang mandi aku mulai mencari kertas yang ditulisnya tadi. Tidak sukar untuk menemukannya di kamar yang hanya berukuran 5x5 meter itu. Aku menemukan selembar kertas yang terlipat dan bertuliskan; “ my secret “. Tentu aku semakin penasaran dibuatnya. Ketika aku membuka lipatan kertas itu aku menemukan tulisan; “my imagination friend: margareta magenta”. Dibawah tulisan itu ada gambar rumah lengkap dengan pintu dan jendelanya dan disampingnya berdiri seorang anak perempuan berambut panjang yang terlihat manis dengan dress bermotif bunga. Hmmmm….nice pic…
Selesai dia mandi aku mulai menjalankan aksi detektifku,..
Mula-mula aku ajak dia berbaring sambil mengobrol-ngobrol. Dan pelan-pelan aku mulai mengorek cerita siapa teman dekatnya. Dan makin lama aku makin mengarahkan topik kearah teman imajinatifnya. Awalnya dia terlihat agak marah, karena dia langsung menebak aku telah melihat apa yang disembunyikannya dariku sebelumnya.
Bena: Mami pasti ngeliat kertasku,..kan aku dah bilang itu secret mami,..S E C R E T !
Mami: Anak-anak tidak semestinya punya rahasia dari orang tuanya,..terutama terhadap mamanya,…kakak aja nggak pernah berahasia dengan mami,..
Bena: (terdiam,..dan terlihat ia sedang berfikir keras untuk memutuskan apakan dia akan berbagi rahasianya denganku atau tidak,..)
Mami: (aku berdo’a mudah-mudah dia mempercayaiku dan mau berbagi rahasianya denganku)
Bena: Aku punya temen yang kadang-kadang invicible mam, namanya margareta magenta,..
Mami: Ohya,…umur berapa dia?
Bena: lebih tua dari aku satu tahun
Mami: Ohya,..dimana dia tinggal?
Bena: Dirumahnya lah,..
Mami: Jaoh nggak?
Bena: Aku nggak tahu rumahnya itu dimana tapi aku pernah sekali diajak kerumahnya
Mami: Ohya,..ada siapa aja disana,..dan kalian ngapain?
Bena: Nggak ada siapa-siapa,..dia tinggal sendirian,..waktu itu kami ngobrol-ngobrol sambil minum susu,..
Mami: Ohya… (aku berkali-kali mengucapkan kata ohya untuk menepis rasa gugup dan merindingku..) kasian dong,..
Bena: He…eh,..kasian dia..orang tuanya nggak ada…
Mami: Udah berapa kali ketemu ama dia?
Bena: Sering,..kadang dia dateng nemenin aku maen dikamar,..kadang dia juga nemenin aku mandi kalo aku takut dikamar mandi sendirian..
Mami: Pernah ikut kesekolah?
Bena: Pernah,…beberapa kali….
Mami: (makin merinding,…tapi sok nyantei…) Temen-temen ada yang bisa liat dia?
Bena: Nggak,..Cuma Saleem (kucing peliharaan kami) sama aku yang bisa liat dia,..
Mami: Ooooohhhhhh,…
Bena: Dia ngerti bahasa saleem,..
Mami: Ohya,..misalnya,..
Bena: Iya dia kadang yang bilangin, tuh kucingnya haus tuh,..atau misalnya lagi tuh,..kucingnya lapar tuh…gitu
Mami: Ooooo,..pantesan adek sekarang sering kasih minum dan kasih makan saleem ya,..padahal adek kan nggak suka sama kucing..sukanya malah sama anjing…
Bena: Iya,..karena dibilangin ama dia,..ya udah,..aku ambilin aja air minum atau makanan saleem,..
Mami: ( tercenung,…pantesan dia akhir-akhir ini jadi pemberani,..pantesan akhir-akhir ini dia mau nolong mengurusi si saleem, pantesan akhir-akhir ini dia betah main dikamar sendiri,..pantesan dan pantesan bertubi-tubi dibenakku..)
Mami: Boleh nggak mami ketemu sama dia
Bena: Dia nggak suka sama orang dewasa..
Mami: Kenapa adek nggak pernah cerita ke temen-temen adek atau ke kakak tentang si margaretha ini?
Bena: Nggak ah,..nanti aku disangka gila..
Mami: HAH,..ya enggak lah,..masak gitu,..sampe disangka gila segala..
Bena: Soalnya dia nggak kelihatan mam,..pasti orang nggak ada yang percaya sama aku...
Mami: Ohhh,..(aku nyaris tidak bisa berfikir lagi) Sebentar ya,.. mami mo ngomong dulu ama papi,..adek ngegambar lagi aja..
Dan suami memperlihatkan wajah kebingungan ketika aku menyeretnya keluar. Dengan kecepatan 250 kata permenit aku menceritakan hasil investigasiku barusan. Suamiku terlihat kaget,..dan dia langsung menegaskan bahwa anak kita harus melupakan temannya itu. Malam harinya,..ketika kami dinner,..aku melihat suamiku dan bena sedang mengobrol berdua di tepi kolam renang. Mereka terlihat sangat serius. Beberapa kali terlihat bena menganggukkan kepalanya. Dan diakhiri dengan pelukan erat antara mereka berdua.
Dalam perjalanan kami kembali ke kamar,..suamiku mengatakan bahwa dia telah meminta bena untuk melupakan teman imanjinatifnya itu. Bahwa si margareta magenta is not exist. You can’t touch her, that why she’s un-real, honey..
Mami is real,..Papi is real,..Kakak is real,..but margareta is un-real.
Since that, for a couple weeks we never leave bena alone. Every time she separated,..we reach her, we keep her closer than before,..
Dan sekarang tampaknya dia telah melupakan teman imanjinernya itu….
Ada sesuatu yang terungkap ketika dalam trip terakhir kami ke tanjung lesung kemarin. Sesuatu yang kedengarannya misterius dan sedikit menakutkan. Ini adalah cerita tentang anak bungsuku benayu dengan teman imanjinasinya.
Berawal dari coretan-coretan bena dikertas,..yang buru-buru disembunyikannya ketika aku mencoba untuk melongok apa yang sedang dikerjakannya. Aku pun menjadi penasaran dengan hal yang ingin disembunyikannya itu. Diam-diam ketika dia sedang mandi aku mulai mencari kertas yang ditulisnya tadi. Tidak sukar untuk menemukannya di kamar yang hanya berukuran 5x5 meter itu. Aku menemukan selembar kertas yang terlipat dan bertuliskan; “ my secret “. Tentu aku semakin penasaran dibuatnya. Ketika aku membuka lipatan kertas itu aku menemukan tulisan; “my imagination friend: margareta magenta”. Dibawah tulisan itu ada gambar rumah lengkap dengan pintu dan jendelanya dan disampingnya berdiri seorang anak perempuan berambut panjang yang terlihat manis dengan dress bermotif bunga. Hmmmm….nice pic…
Selesai dia mandi aku mulai menjalankan aksi detektifku,..
Mula-mula aku ajak dia berbaring sambil mengobrol-ngobrol. Dan pelan-pelan aku mulai mengorek cerita siapa teman dekatnya. Dan makin lama aku makin mengarahkan topik kearah teman imajinatifnya. Awalnya dia terlihat agak marah, karena dia langsung menebak aku telah melihat apa yang disembunyikannya dariku sebelumnya.
Bena: Mami pasti ngeliat kertasku,..kan aku dah bilang itu secret mami,..S E C R E T !
Mami: Anak-anak tidak semestinya punya rahasia dari orang tuanya,..terutama terhadap mamanya,…kakak aja nggak pernah berahasia dengan mami,..
Bena: (terdiam,..dan terlihat ia sedang berfikir keras untuk memutuskan apakan dia akan berbagi rahasianya denganku atau tidak,..)
Mami: (aku berdo’a mudah-mudah dia mempercayaiku dan mau berbagi rahasianya denganku)
Bena: Aku punya temen yang kadang-kadang invicible mam, namanya margareta magenta,..
Mami: Ohya,…umur berapa dia?
Bena: lebih tua dari aku satu tahun
Mami: Ohya,..dimana dia tinggal?
Bena: Dirumahnya lah,..
Mami: Jaoh nggak?
Bena: Aku nggak tahu rumahnya itu dimana tapi aku pernah sekali diajak kerumahnya
Mami: Ohya,..ada siapa aja disana,..dan kalian ngapain?
Bena: Nggak ada siapa-siapa,..dia tinggal sendirian,..waktu itu kami ngobrol-ngobrol sambil minum susu,..
Mami: Ohya… (aku berkali-kali mengucapkan kata ohya untuk menepis rasa gugup dan merindingku..) kasian dong,..
Bena: He…eh,..kasian dia..orang tuanya nggak ada…
Mami: Udah berapa kali ketemu ama dia?
Bena: Sering,..kadang dia dateng nemenin aku maen dikamar,..kadang dia juga nemenin aku mandi kalo aku takut dikamar mandi sendirian..
Mami: Pernah ikut kesekolah?
Bena: Pernah,…beberapa kali….
Mami: (makin merinding,…tapi sok nyantei…) Temen-temen ada yang bisa liat dia?
Bena: Nggak,..Cuma Saleem (kucing peliharaan kami) sama aku yang bisa liat dia,..
Mami: Ooooohhhhhh,…
Bena: Dia ngerti bahasa saleem,..
Mami: Ohya,..misalnya,..
Bena: Iya dia kadang yang bilangin, tuh kucingnya haus tuh,..atau misalnya lagi tuh,..kucingnya lapar tuh…gitu
Mami: Ooooo,..pantesan adek sekarang sering kasih minum dan kasih makan saleem ya,..padahal adek kan nggak suka sama kucing..sukanya malah sama anjing…
Bena: Iya,..karena dibilangin ama dia,..ya udah,..aku ambilin aja air minum atau makanan saleem,..
Mami: ( tercenung,…pantesan dia akhir-akhir ini jadi pemberani,..pantesan akhir-akhir ini dia mau nolong mengurusi si saleem, pantesan akhir-akhir ini dia betah main dikamar sendiri,..pantesan dan pantesan bertubi-tubi dibenakku..)
Mami: Boleh nggak mami ketemu sama dia
Bena: Dia nggak suka sama orang dewasa..
Mami: Kenapa adek nggak pernah cerita ke temen-temen adek atau ke kakak tentang si margaretha ini?
Bena: Nggak ah,..nanti aku disangka gila..
Mami: HAH,..ya enggak lah,..masak gitu,..sampe disangka gila segala..
Bena: Soalnya dia nggak kelihatan mam,..pasti orang nggak ada yang percaya sama aku...
Mami: Ohhh,..(aku nyaris tidak bisa berfikir lagi) Sebentar ya,.. mami mo ngomong dulu ama papi,..adek ngegambar lagi aja..
Dan suami memperlihatkan wajah kebingungan ketika aku menyeretnya keluar. Dengan kecepatan 250 kata permenit aku menceritakan hasil investigasiku barusan. Suamiku terlihat kaget,..dan dia langsung menegaskan bahwa anak kita harus melupakan temannya itu. Malam harinya,..ketika kami dinner,..aku melihat suamiku dan bena sedang mengobrol berdua di tepi kolam renang. Mereka terlihat sangat serius. Beberapa kali terlihat bena menganggukkan kepalanya. Dan diakhiri dengan pelukan erat antara mereka berdua.
Dalam perjalanan kami kembali ke kamar,..suamiku mengatakan bahwa dia telah meminta bena untuk melupakan teman imanjinatifnya itu. Bahwa si margareta magenta is not exist. You can’t touch her, that why she’s un-real, honey..
Mami is real,..Papi is real,..Kakak is real,..but margareta is un-real.
Since that, for a couple weeks we never leave bena alone. Every time she separated,..we reach her, we keep her closer than before,..
Dan sekarang tampaknya dia telah melupakan teman imanjinernya itu….
Thursday, August 20, 2009
Life is good..
Lately I felt so happy because I really enjoying what I’ve done.
Woke up early morning,.preparing the kids for school, writing some stories in my laptop, pick up the kids from school, cooking for a dinner, helping the kids with their homework, and get ready to the bed,.. It’s absolutely wonderful.
And the best result for my happines is the new me, that no more easy getting mad. Alhamdullillah,..
And after lebaran leave,.. Maybe I’ll have same happines with my company jobs. With a new formation and new hopes.
Insya Allah…
Woke up early morning,.preparing the kids for school, writing some stories in my laptop, pick up the kids from school, cooking for a dinner, helping the kids with their homework, and get ready to the bed,.. It’s absolutely wonderful.
And the best result for my happines is the new me, that no more easy getting mad. Alhamdullillah,..
And after lebaran leave,.. Maybe I’ll have same happines with my company jobs. With a new formation and new hopes.
Insya Allah…
Tuesday, August 18, 2009
poncab tarkam
17-an lagi berarti lomba lagi. Meriahnya peringatan hari kemerdekaan memang mengisi tiap sudut. Mulai dari lingkungan RT,RW,Kelurahan, kantor-kantor, instansi, pusat perbelanjaan, hingga kedutaan. Tahun ini kebetulan lingkungan tempat tinggalku tidak mengadakan kegiatan apapun. Entah karena dananya yang kurang (hiks..) atau karena tidak ada yang bersedia untuk menjadi panitia, aku sendiri kurang jelas. Yang penting aku sudah punya jadwal untuk menonton ofrod tarkam di pondok cabe. Asoooy,...
Minggu pagi itu aku berangkat terpisah dengan suami. Kebetulan dia memilih untuk berangkat bersama salah seorang temannya maka aku dan anak-anak akhirnya harus berangkat sendiri. Ya,..anak-anakku sudah mulai familiar dengan kegiatan outdoor ini. Jika dulu mereka selalu menolak dengan alasan panas, capek, kotor dan lengket maka kali ini mereka dengan senang hati pergi menemaniku. Mommy love you girls.. mmmuaah..
Hari itu entah mengapa jalanan menuju pondok cabe begitu macet. Mulai dari muncul hingga pamulang kendaraan berjalan pelan. Ditambah lagi dengan acara kesasar ketika aku salah berbelok di perempatan yang membuatkan tanpa sadar berjalan kearah sawangan depok,..sigh…perjalanan yang mestinya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit jadi molor hingga 1,5 jam. Ampuuuun..
Sesampai di sana acara sudah dimulai. Beberapa teman dari langsat corner ternyata sudah berkumpul. Aku memilih bergabung dengan mereka. Cuaca siang itu begitu panas. Tidak heran jika penonton mendapat hidangan gratis berupa debu tebal. Bahkan jika beberapa kendaraan lomba melakukan beberapa pemanasan dilapangan sebelah jangan heran jika harus mengalami badai pasir yang membuat kita harus lari dan bersembunyi dibalik mobil. Aku dan sibungsu yang kebetulan mengenakan kaos berwarna putih hanya bisa pasrah ketika kaos yang kami kenakan berubah warna menjadi kekuning-kuningan.
Kompetisi kali ini terbuka untuk siapa saja. Namanya juga tarkam alias antar kampung. Maksudnya antar kampung disini bukan dalam arti yang sebenarnya, melainkan bisa dibilang antar kelompok atau komunitas dan juga perorangan. Misalnya saja beberapa team yang ikut turun a.l adalah team kitah dan everything 4 wheel drives. Tontonan yang cukup menghibur disiang yang panas. Dan akan menjadi tontonan yang lebih menghibur lagi seandainya turun hujan disiang yang panas itu. Kebayangkan trek yang licin dan basah yang membuat mobil-mobil seolah berdansa,. :-p
Ini beberapa pose yang sempat tertangkap kameraku. Sudut pengambilan tidak berpindah-pindah karena aku memotret sambil mengawasi anak-anak. Jadi mohon maaf jika gambar terlihat agak membosankan,..hehehhe…







Di sesi yang kedua ada sebuah tanjakan dan turunan curam. Jika mobil dipacu dengan kecepatan yang agak tinggi pada saat menaiki tanjakan, memungkinkan driver dan co-driver memandang langit biru sesaat dan mobil akan berada dalam posisi sedikit terbang. Untuk turunan curam, karena langsung menikung jika mobil dipacu agak kencang salah-salah bisa menabrak pohon yang ada didepannya . Tapi jujur saja sebagai penonton aku malah menanti-nanti kejadian seperti itu, hihihihi…

Oh ya,..dibawah ini ada sebuah pemandangan yang cukup unik dan eksotik bagiku,..

Hari semakin sore dan anak-anakku mulai terlihat lelah. Jam 5 aku memutuskan untuk pulang.

Kapok dengan kemacetan sebelumnya aku meminta saran dari seorang teman untuk alternatif jalan lain. Dia menyarankanku untuk menyusuri arah sebaliknya hingga nantinya aku bisa langsung masuk ke tol tb simatupang. Aku menurutinya tapi lagi-lagi aku mengalami kejadian yang sama dengan sebelumnya. Disebuah perempatan aku tanpa sadar berbelok ke jalan menuju cinere. Dan kemudian bisa ditebak, aku kesasar lagi. Jika pada saat berangkat ada acara buang-buang bensin ke arah sawangan, maka pada saat pulang ada acara buang-buang bensin lagi kali ini kearah cinere,...Hadowhhh…
Sekitar jam 7-an kami telah berada dirumah lagi. Untuk besok masih ada tersisa satu hari libur lagi… ya,…besok tanggal 17 Agustus 2009,..masih hari libur nasional,..Dirgahayu RI negeriku…
Minggu pagi itu aku berangkat terpisah dengan suami. Kebetulan dia memilih untuk berangkat bersama salah seorang temannya maka aku dan anak-anak akhirnya harus berangkat sendiri. Ya,..anak-anakku sudah mulai familiar dengan kegiatan outdoor ini. Jika dulu mereka selalu menolak dengan alasan panas, capek, kotor dan lengket maka kali ini mereka dengan senang hati pergi menemaniku. Mommy love you girls.. mmmuaah..
Hari itu entah mengapa jalanan menuju pondok cabe begitu macet. Mulai dari muncul hingga pamulang kendaraan berjalan pelan. Ditambah lagi dengan acara kesasar ketika aku salah berbelok di perempatan yang membuatkan tanpa sadar berjalan kearah sawangan depok,..sigh…perjalanan yang mestinya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit jadi molor hingga 1,5 jam. Ampuuuun..
Sesampai di sana acara sudah dimulai. Beberapa teman dari langsat corner ternyata sudah berkumpul. Aku memilih bergabung dengan mereka. Cuaca siang itu begitu panas. Tidak heran jika penonton mendapat hidangan gratis berupa debu tebal. Bahkan jika beberapa kendaraan lomba melakukan beberapa pemanasan dilapangan sebelah jangan heran jika harus mengalami badai pasir yang membuat kita harus lari dan bersembunyi dibalik mobil. Aku dan sibungsu yang kebetulan mengenakan kaos berwarna putih hanya bisa pasrah ketika kaos yang kami kenakan berubah warna menjadi kekuning-kuningan.
Kompetisi kali ini terbuka untuk siapa saja. Namanya juga tarkam alias antar kampung. Maksudnya antar kampung disini bukan dalam arti yang sebenarnya, melainkan bisa dibilang antar kelompok atau komunitas dan juga perorangan. Misalnya saja beberapa team yang ikut turun a.l adalah team kitah dan everything 4 wheel drives. Tontonan yang cukup menghibur disiang yang panas. Dan akan menjadi tontonan yang lebih menghibur lagi seandainya turun hujan disiang yang panas itu. Kebayangkan trek yang licin dan basah yang membuat mobil-mobil seolah berdansa,. :-p
Ini beberapa pose yang sempat tertangkap kameraku. Sudut pengambilan tidak berpindah-pindah karena aku memotret sambil mengawasi anak-anak. Jadi mohon maaf jika gambar terlihat agak membosankan,..hehehhe…
Di sesi yang kedua ada sebuah tanjakan dan turunan curam. Jika mobil dipacu dengan kecepatan yang agak tinggi pada saat menaiki tanjakan, memungkinkan driver dan co-driver memandang langit biru sesaat dan mobil akan berada dalam posisi sedikit terbang. Untuk turunan curam, karena langsung menikung jika mobil dipacu agak kencang salah-salah bisa menabrak pohon yang ada didepannya . Tapi jujur saja sebagai penonton aku malah menanti-nanti kejadian seperti itu, hihihihi…
Hari semakin sore dan anak-anakku mulai terlihat lelah. Jam 5 aku memutuskan untuk pulang.
Kapok dengan kemacetan sebelumnya aku meminta saran dari seorang teman untuk alternatif jalan lain. Dia menyarankanku untuk menyusuri arah sebaliknya hingga nantinya aku bisa langsung masuk ke tol tb simatupang. Aku menurutinya tapi lagi-lagi aku mengalami kejadian yang sama dengan sebelumnya. Disebuah perempatan aku tanpa sadar berbelok ke jalan menuju cinere. Dan kemudian bisa ditebak, aku kesasar lagi. Jika pada saat berangkat ada acara buang-buang bensin ke arah sawangan, maka pada saat pulang ada acara buang-buang bensin lagi kali ini kearah cinere,...Hadowhhh…
Sekitar jam 7-an kami telah berada dirumah lagi. Untuk besok masih ada tersisa satu hari libur lagi… ya,…besok tanggal 17 Agustus 2009,..masih hari libur nasional,..Dirgahayu RI negeriku…
Wednesday, August 12, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)