Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Friday, July 10, 2009

Membatik di Mustek

Membatik di musium tekstil jakarta

Nah,..setelah puas mengelilingi museum kita bisa praktek membatik di workshop yang terletak diareal belakang museum. Karena datang sudah agak kesorean maka kami terpaksa mendaftar membatik untuk keesokan harinya..Hanya dengan membayar sebesar rp 35 ribu kita dapat secarik kain katun putih berukuran 30X30 cm yang dapat kita gambar sesuai keinginan. Sketsa yang telah kita gambar di kain tadi dapat langsung dikerjakan proses pembatikannya,..

Proses pembatikan itu sendiri terdiri dari:
1. Ketel kain
2. Membuat gambar
3. Meto / reng-rengan
4. Isen
5. Tembok
6. Mencelup
7. Membagi warna
8. Lorod
9. Menjemur

Di Indonesia dikenal 2 wilayah pembatikan yaitu:
Wilayah Pedalaman dan Wilayah Pesisir

Wilayah pedalaman terdiri dari wilayah: Jogjakarta (Jogja) dan Surakarta (Solo).
Sedangkan wilayah pesisiran terdiri dari wilayah : Banten, Jakarta, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Lasem, Madura, Sumatera dan daerah-daerah lainnnya diluar Jogja dan Solo.

Motif batik pedalaman banyak dipengaruhi oleh budaya dari India. Bersifat simbolik dan biasanya menggunakan warna sogan, coklat, biru, hitam dan cream
Sedangkan motif batik pesisiran banyak dipengaruhi oleh budaya dari Cina, Eropa, Timur Tengah dan sedikit pengaruh budaya India. Bersifat naturalis dan biasanya menggunakan warna yang cerah seperti merah,kuning, hijau dan warna-warna cerah lainnya.




Batik sendiri terbagi lagi atas 2 yaitu batik cetak (print) dan batik tulis. Batik tulis tentu saja berharga mahal karena dikerjakan dengan sentuhan seni yang tinggi dan dikerjakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi juga

Beberapa contoh alat cetak pola (print) batik untuk batik print

Beberapa contoh pola gambar untuk digambar diatas kain untuk batik tulis

Cairan yang bernama "malam" yang sedang dipanaskan dengan panas suam-suam kuku

Alat ini sebut "chanting". Posisi memegangnya harus benar agar cairan malam bisa mengalir dengan lancar

Proses meto/reng-rengan ini dilakukan pada kedua belah sisi kain (timbal-balik)

Bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk "meto"kain selebar ini,..hm,..no wonder harga batik tulis itu mahal..

Salah seorang warga negara jepang yang turut dalam kursus batik,..sekilas di kainnya aku melihat gambar gajah dengan tulisan seperti komik; dari mana ? dari hutan,.. hahhaha...lucu juga

Setelah kain dikasih warna kemudian kain direbus

Setelah direbus kain lalu dicuci untuk selanjutnya dijemur,..jadi dehhhh...

Saturday, June 27, 2009

Mustek Jakarta

Pasti pernah dengar bahkan mungkin sering sekali mendengar tentang museum tekstil Jakarta yang memberikan praktek membatik itu. Karena liburan kali ini kami belum bisa mengajak anak-anak berjalan-jalan, maka di suatu akhir pekan aku mengajak anak-anak untuk ke musium tekstil. Berbekal alamat yang katanya dekat tanah abang, maka kami mulai menyusuri kawasan petamburan. Akhirnya diantara himpitan pedagang barang bekas kami menemukan gerbang masuk museum itu. Sayang sekali rasanya melihat bangunan musium yang mestinya dapat dijadikan tujuan pariwisata andalan itu sepanjang pagar depannya dipenuhi oleh pedagang barang bekas dan pedagang kaki lima.

Well, dari pada berkeluh kesah tiada guna, lebih baik aku perlihatkan beberapa koleksi alat tenun di museum tekstil itu.

Pekalongan, Central Java, Gedogan traditional weaver



West Nusa Tenggara, Gedogan traditional weaver
Bali, Gedogan traditional weaver

Sungguh sayang melihat koleksi museum yang kurang terurus itu. Seandainya saja pemerintah lebih peduli pada pengelolaannya,..pasti kunjungan turis baik lokal maupun internasional bisa lebih meningkat lagi. Udah ah,..bosen mengeluh terus..

Wednesday, November 19, 2008

Ikut-ikutan ke JIE

Akhirnya kesampaian juga datang ke Japan Indonesia Expo 2008. Meskipun sudah hari terakhir dan tahu pasti akan sangat-sangat ramai pengunjung,..tapi tetap dipaksain datang. Sempat agak kaget juga ketika menyadari betapa dalamnya peran Jepang dalam seluruh aspek kehidupan kita.


Tidak banyak yang bisa aku dokumentasikan kecuali yang memang benar-benar menarik bagiku pribadi salah satu diantaranya adalah rumah hemat energi ini
Dan impian bahwa suatu hari akan ada kereta api ini di negeri kita tercinta. Shinkansen Indonesia, sehingga masalah kemacetan yang selalu dijadikan kambing hitam hanyalah tinggal sejarah. Tapi entah berapa puluh tahun lagi itu akan menjadi kenyataan
Shinkansen Indonesia. Future Rail Journey Starts From Here,...becoming...Future Rail Journey Far From Here...

Antique dan ramah lingkungan karena motor keluaran Yamaha ini bertenaga listrik.
















Dan cosplay bersliweran dimana-mana
Sempat bingung antara Harajuku dan Jakarta, he-eh
Dan ini yang paling produktif. Robotik.
Sempat surprised ketika menemukan PCR menjadi salah satu peserta. Pasti Mbak Lukie dan Mbak Ira merasa bangga dengan mahasiswa2nya ini.


Hanya sekitar satu jam setengah kami di JIE ini, karena keadaan yang sangat-sangat ramai dan khawatir dengan keselamatan anak-anak, makanya kami memilih untuk buru-buru pulang saja. Mungkin tahun depan kami akan datang lebih awal masa eksebisi daripada datang pada hari terakhir,..*sigh..*

Sunday, November 2, 2008

Siak River

Jalan-jalan jauh-jauh ke Vietnam dijejali dengan wisata sungai, padahal di kampung halaman sendiri juga boleh dibilang orang sungai, meskipun tidak berumah dipinggir sungai. (apaan sih maksudnya?...)

Maksudnya, meskipun tidak bisa berenang, sungai Siak benar-benar punya keterikatan batin yang kuat denganku. Dulu,...dulu sekali sebelum orang tuaku hijrah ke Duri, aku yang memang dilahirkan di PekanBaru, sempat merasakan masa balita disana. Dan imajinasiku yang paling liar adalah bermimpi punya rumah dipinggir sungai Siak. Padahal rumahku jauh dari sungai. Tapi pemandangan yang sering aku lihat ketika melintasi sungai Siak, benar-benar merasuki pikiran anak-anakku. Jadi kalau sedang bermain-main sendirian, aku sering berlagak sebagai seorang ibu yang tinggal dipinggir sungai dan sedang melakukan aktifitas sehari-harinya juga dipinggir sungai. Aku berpura-pura sedang mencuci pakaian, atau mencuci piring, atau mandi,..hingga seolah-olah harus mengunjungi tetangga sebelah rumah dengan menggunakan sampan kecil. Woow,...indahnya,...

Dan hingga kini,..30 tahun kemudian,...ketika aku tidak lagi tinggal di Pekanbaru bahkan jauh meninggalkan Pekanbaru, Sungai Siak tetap ada dihatiku. Setiap pulang aku selalu menyempatkan diri untuk melewati dan menyusuri pinggiran sungai ini. Yah,..sekedar menghidupkan kenangan lama dan bermain-main dengan khayalan masa kecil dulu. Meskipun sekarang telah banyak berubah,..bagiku Sungai Siak tetap seindah yang dulu.




Aku tiiiidak pernah bosan dengan pemandangan ini,...




Kesenanganku ini semakin lengkap ketika aku menemukan sebuah restoran panggung masakan melayu yang berdiri tepat ditepi sungai Siak. Tempat inilah yang juga menjadi tempat kunjungan wajib setiap aku pulang kampung. Ada yang ingin mencicipi makanan di restoran ini,...silahkan....



Terimakasih Pak Haji,..karena telah menyediakan makanan yang enak, tidak mahal dan tempatnya menyenangkan,.....

Wednesday, October 29, 2008

A night in Ho Chi Minh City

Secara ini perjalanan ekonomis maka naik turun taksi sangat tidak dianjurkan kecuali kepepet. Tidak heran jika kemana-mana kami lebih memilih untuk berjalan kaki. Sedangkan makan di restoran mahal adalah terlarang. Maka kami putar otak bagaimana caranya mendapatkan makanan yang enak tapi tidak terlalu mahal. Dan jawabannya sederhana saja, karena setiap malam disamping BenTan market disulap menjadi pusat jajanan warung tenda yang menjadi salah satu tujuan wisata kuliner bagi para wisatawan. Ini menjadi agenda kami dimalam hari untuk sedikit memanjakan diri. Hehehe

Tapi alangkah baiknya jika sebelum makan kita "pusing-pusing" sejenak ya melihat kehidupan malam di HoChiMinh City, sekalian coba mencari oleh-oleh untuk si kakak dan dedek. Mereka sih titip Sylvanian Families, tapi aku khawatir tidak ada dijual di Saigon.


Gedung Main Post Office yang menurutku paling eye catching dimalam itu

Ini bukan "Pasteur di Bandung ya,.."

Tempat kami mampir untuk mencari barang titipan, tapi ternyata sudah tutup karena kami agak kemalaman

By the way, ternyata benar. Mainan yang dipesan oleh anak-anak tidak dijual disini. Dept Store terbesarnya saja hanya Parkson dan itu juga benar-benar baru dibuka, baru seminggu bo'. Jadi masih penuh debu dan juga masih under renovation. Tapi untuk butik-butik barang merek terkenal, jangan salah,...mereka juga punya. Di kawasan elitnya berderet butik GUCCI, PRADA, LOUIS VITTON, SALVATORE FERRAGAMO, dll..Pertumbuhan ekonomi mereka memang sedang pesat.

Perut yang mulai keroncongan dan kaki yang mulai lecet membuat kami buru-buru menuju ke tempat makan. Nih,...ya, makanan yang enak-enak itu..

Makanan pembuka kita memilih Spring Roll alias lumpia. Disini lumpianya benar-benar padat dengan isi sayuran dan daunan yang semuanya mentah . Lihat daun bawang yang besar itu?Makkruwes..kruwes..kruwes..Sementara kelihatan dipiring yang agak kesanaan itu, lagi-lagi sayuran mentah. Kayak lalapan gitu deh. Jadi masyarakat sini benar-penar pemakan daun. Baik yang mentah maupun yang matang,..seminggu lagi aku makan yang beginian yang keluar suara MBEEEEKKK...embeeeekkkk...

Hm,..sepasang Oyster yang paling mahal dan paling lezaaaat,...Dengan taburan bawang putih cincang dan kucai lalu dibakar setengah matang kemudian diberi perasan jeruk lemon,...Wuuuiiih,...air ludah ngocor semua!

Kalau yang ini semangkuk Snail yang direbus dengan daun sereh,..Rasanya kenyal, tidak amis, sedikit licin waktu dikunyah,hehehe,..agak aneh tapi lumayan sensasional untuk lidah,..


Nah, kalau yang ini fried prawn with rice permicelli. Udang yang sudah dibuat adonan lalu dililitkan pada tebu lantas digoreng. Sementara pasangan makannya adalah sejenis bihun yang terbuat dari beras.Hm,...High Recommended..!



Ini?! Biasalah,...Nasi Goreng. Maklumlah,..perut kuli, kalau belum ketemu nasi rasanya belum makan. Rasanya smooth banget, tidak salty dan juga tidak oily. Beda banget ama nasi goreng di Indonesia. Halah,..gaya..!





Selesai kami makan mendadak hujan turun dengan derasnya. Nah kalau yang ini namanya dalam kondisi kepepet. Jadi untuk kembali ke Hotel boleh naik taksi.
(Pst,..padahal tidak lama hujan berhenti, tapi perut yang sangat kekenyangan tidak bisa diajak kompromi, makanya naik taksi,..hehehe...)




Monday, October 27, 2008

Looking for halal food

.It's so hard to find halal food in Ho Chi Minh City. Finally i found a restaurant named "Pisa" with a menu in english text besides their vietnamnese text. And i choosed "fried seafood rice" with extra soup. Didn't touch the soup at all coz it's contain with pork (again,...)

Hm,..smells soo good. Let's finish this yummy food..

We still have a few hours before it's getting dark. Let's go to traditional market called "Bentan Market". Then we bought some "oleh-oleh"..


The weird things besides a milion motocycles running on the streets are this messy-curly-telephone-cable. See,..







Wednesday, October 22, 2008

Kangen anak

Prosesi pernikahan adik sepupuku berjalan dengan sangat indah dan sangat lancar. Upacara adat Melayu Riau yang dilaksanakan selama 2 hari memberikan pemandangan dan pengalaman baru untukku. Semuanya telah didokumentasikan dalam rekaman video. Setelah semuanya berakhir (sebenarnya belum benar-benar berakhir karena pada hari ke 3 ternyata masih ada acara, tapi aku telah mengantongi tiket penerbangan pada tanggal yang sama sehingga aku tidak dapat turut hadir kembali) aku dan suami sudah harus berangkat.

Hari minggu tanggal 12 oktober saatnya kami berangkat dari Pekan Baru menuju KualaLumpur untuk mengejar penerbangana hari berikutnya dari Kuala Lumpur menuju Ho Chi Minh City.

Penerbangan PKU-KL sangat pendek, hanya sekitar 30 menit. Aku lupa dengan perbedaan waktu antara Pekan baru dengan Kuala Lumpur. Jadi berangkat pukul 9.00 waktu PKU dan mendarat pukul 10.30 waktu KL (yang berarti pukul 9.30 untuk jam tanganku yang belum disetel ulang) Dengan bodohnya aku mengira perjalanan selama 1 jam 30 menit. Alhasil ketika aku sedang di Lavatory (toilet) terdengar pengumuman untuk bersiap-siap mendarat, aku kaget. Buru-buru aku meng-cut pipis. Secara aku kalau pipis lama. Bukan karena kencing batu tapi biasanya kalau pipis aku sambi memotong kuku, terus kukunya dikikir biar rapih, trus disambung dengan memakai kuteks. Belum lagi kalau menunggu hingga kuteks-nya kering, tambah lama kan?...Huahahaha...Bohong banget...

Sesampainya di KLCC kami telah memesan Sky Bus secara Online jadi tidak ada masalah untuk urusan transportasi dari bandara ke pusat kota. Sky Bus ini hanya sampai ke Sentral (Stasiun Utama di KL) jadi kami harus melanjutkan perjalanan dengan berbagai pilihan, bisa bis lagi, kereta api, monorail atau taksi. Dan kami memilih taksi yang ternyata hanya mengenakan biasa sebesar 5 ringgit saja. Cukup murah kan?

Pemandangan dari dalam sky bus, sementara menunggu penumpang penuh

Citin Hotel tempat kami menginap terletak berseberangan, tepat didepan Terminal Bis terbesar di Kl yaitu"Pudu Raya". Hotelnya kecil tapi letaknya cukup strategis. Kamarnya juga bersih. Harganya juga cukup terjangkau, hanya 150 ringgit.Disekeliling kawasan itu juga tersedia berbagai macam hostel dan penginapan murah untuk backpacker dengan harga yang jauh lebih murah. Bahkan ada yang seharga 28 ringgit saja. Biarpun ini perjalanan low budget tapi aku menolak untuk menginap di kamar yang kelewat murah. Serem la yaw...

Pemandangan dari kamar hotel, terlihat kemacetan bis-bis yang akan memasuki Pudu Raya



Kamarnya lumayan,... cukup "clean and tidy" kok

Sehabis makan siang kami mempunyai banyak waktu. Dari pada bengong dikamar kami memilih untuk berkeliling-keliling dengan berjalan kaki. Berbekal sebuah city map, setelah disusuri, ternyata lokasi kami tidak jauh dari kawasan Bukit Bintang. Mungkin kira-kira 1500 sampai 2000 langkah gitu deh.( silahkan konversi-kan sendiri kedalam km atau m,..Hehehe..)

Tuh,kan..dah nyampe ke Jalan Bulan, di kawasan Bukit Bintang

Capek berjalan kaki, memang semangkuk es krim imbalan yang sangat lumayan sebagai penawar dahaga. Di Berjaya Time Square kami ngaso di Baskin Robbin. Tiba saat menikmati Pistasio Almond, di sendok kedua aku tiba-tiba tercekat. Aku ingat benayu, si bungsuku. Dia suka sekali es krim. Apalagi kalau Baskin Robbin. Aku bilang ke suami,...jadi inget adek,...dia kan suka banget...Dan entah mengapa aku tidak bisa melanjutkan acara makan es krim itu. Tenggorokanku terasa tercekik, dan air mataku juga menggenang. Oh,....suddenly...I miss my baby...And I got cried."Halah,..gimana nih,..belum juga satu hari", kata suamiku. Lalu aku langsung menelfon ibuku untuk menanyakan keadaan anak-anakku dan menanyakan apa yang sedang mereka lakukan sekarang. Aku merasa bersalah karena berangkat diam-diam pada saat anak-anakku masih tidur, soalnya ini bagian dari antisipasi suasana haru biru di Bandara nantinya.Dan hari itu juga aku memesankan pada ibuku untuk membawa mereka ke Baskin Robbin di Mal Ciputra. "Pokoknya mereka mau pesan apa saja boleh, ma.." aku mewanti-wanti ibuku.

Hiks..hiks...
Mendadak mood-ku hari itu langsung jatuh. Hanya gara-gara kangen sama anak. Aku pun mengajak suamiku untuk segera kembali ke hotel.
Huuuuu, inge,inge,...dasar traveller picisan.....