Showing posts with label Offroad. Show all posts
Showing posts with label Offroad. Show all posts

Sunday, August 1, 2010

djarum real adventure seri 3

ohooooo,... untung diniatkan dengan sungguh-sungguh berangkat ke sirkuit Toyo Merto, Gunung Pinang, Serang, untuk nonton offroad seri 3 djarum real adventure. rasa kangen pada panas terik, deru mesin mobil, kombinasi antara bau lumpur dan debu yang beterbangan terlampiaskan sudah. biarpun hanya nonton tapi rasa excited jelas terasa. berangkat hanya berdua dengan my partner in crime sementara anak-anak sudah disogok untuk pergi ke mall bersama tantenya. hehehe... weekend yang benar-benar melegakan, dua hari untuk kesenangan sendiri, bebas,..lepas,..

ini oleh-oleh dari Serang-nya,..enjoy... :D

tua-muda, miskin-kaya, no boundaries,..everyone can enjoyed it

















mejeng dikit ah..

Tuesday, August 18, 2009

poncab tarkam

17-an lagi berarti lomba lagi. Meriahnya peringatan hari kemerdekaan memang mengisi tiap sudut. Mulai dari lingkungan RT,RW,Kelurahan, kantor-kantor, instansi, pusat perbelanjaan, hingga kedutaan. Tahun ini kebetulan lingkungan tempat tinggalku tidak mengadakan kegiatan apapun. Entah karena dananya yang kurang (hiks..) atau karena tidak ada yang bersedia untuk menjadi panitia, aku sendiri kurang jelas. Yang penting aku sudah punya jadwal untuk menonton ofrod tarkam di pondok cabe. Asoooy,...

Minggu pagi itu aku berangkat terpisah dengan suami. Kebetulan dia memilih untuk berangkat bersama salah seorang temannya maka aku dan anak-anak akhirnya harus berangkat sendiri. Ya,..anak-anakku sudah mulai familiar dengan kegiatan outdoor ini. Jika dulu mereka selalu menolak dengan alasan panas, capek, kotor dan lengket maka kali ini mereka dengan senang hati pergi menemaniku. Mommy love you girls.. mmmuaah..

Hari itu entah mengapa jalanan menuju pondok cabe begitu macet. Mulai dari muncul hingga pamulang kendaraan berjalan pelan. Ditambah lagi dengan acara kesasar ketika aku salah berbelok di perempatan yang membuatkan tanpa sadar berjalan kearah sawangan depok,..sigh…perjalanan yang mestinya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit jadi molor hingga 1,5 jam. Ampuuuun..

Sesampai di sana acara sudah dimulai. Beberapa teman dari langsat corner ternyata sudah berkumpul. Aku memilih bergabung dengan mereka. Cuaca siang itu begitu panas. Tidak heran jika penonton mendapat hidangan gratis berupa debu tebal. Bahkan jika beberapa kendaraan lomba melakukan beberapa pemanasan dilapangan sebelah jangan heran jika harus mengalami badai pasir yang membuat kita harus lari dan bersembunyi dibalik mobil. Aku dan sibungsu yang kebetulan mengenakan kaos berwarna putih hanya bisa pasrah ketika kaos yang kami kenakan berubah warna menjadi kekuning-kuningan.

Kompetisi kali ini terbuka untuk siapa saja. Namanya juga tarkam alias antar kampung. Maksudnya antar kampung disini bukan dalam arti yang sebenarnya, melainkan bisa dibilang antar kelompok atau komunitas dan juga perorangan. Misalnya saja beberapa team yang ikut turun a.l adalah team kitah dan everything 4 wheel drives. Tontonan yang cukup menghibur disiang yang panas. Dan akan menjadi tontonan yang lebih menghibur lagi seandainya turun hujan disiang yang panas itu. Kebayangkan trek yang licin dan basah yang membuat mobil-mobil seolah berdansa,. :-p

Ini beberapa pose yang sempat tertangkap kameraku. Sudut pengambilan tidak berpindah-pindah karena aku memotret sambil mengawasi anak-anak. Jadi mohon maaf jika gambar terlihat agak membosankan,..hehehhe…


Di sesi yang kedua ada sebuah tanjakan dan turunan curam. Jika mobil dipacu dengan kecepatan yang agak tinggi pada saat menaiki tanjakan, memungkinkan driver dan co-driver memandang langit biru sesaat dan mobil akan berada dalam posisi sedikit terbang. Untuk turunan curam, karena langsung menikung jika mobil dipacu agak kencang salah-salah bisa menabrak pohon yang ada didepannya . Tapi jujur saja sebagai penonton aku malah menanti-nanti kejadian seperti itu, hihihihi…
Oh ya,..dibawah ini ada sebuah pemandangan yang cukup unik dan eksotik bagiku,..

Hari semakin sore dan anak-anakku mulai terlihat lelah. Jam 5 aku memutuskan untuk pulang.

Kapok dengan kemacetan sebelumnya aku meminta saran dari seorang teman untuk alternatif jalan lain. Dia menyarankanku untuk menyusuri arah sebaliknya hingga nantinya aku bisa langsung masuk ke tol tb simatupang. Aku menurutinya tapi lagi-lagi aku mengalami kejadian yang sama dengan sebelumnya. Disebuah perempatan aku tanpa sadar berbelok ke jalan menuju cinere. Dan kemudian bisa ditebak, aku kesasar lagi. Jika pada saat berangkat ada acara buang-buang bensin ke arah sawangan, maka pada saat pulang ada acara buang-buang bensin lagi kali ini kearah cinere,...Hadowhhh…

Sekitar jam 7-an kami telah berada dirumah lagi. Untuk besok masih ada tersisa satu hari libur lagi… ya,…besok tanggal 17 Agustus 2009,..masih hari libur nasional,..Dirgahayu RI negeriku…

Wednesday, May 13, 2009

kartini offroad bukit adventure

Dengan segenap dukungan dari suami dan anak-anakku yang rela untuk bangun pagi di hari libur dan bersedia mengambil resiko untuk berpanas-panasan,..

Minggu 26 April, hari ini berangkat dengan penuh semangat meskipun dari pagi cuaca sudah mulai terasa menyengat. Sepanjang ingatanku,..selama menikah dan punya anak belum pernah aku seantusias ini berangkat ke sebuah event yang diselenggarakan disiang bolong,..ditengah cuaca yang sangat terik. Ini mukjijat,..halah..!

Acara ofrod khusus ibu-ibu yang bertajuk “kartini ofroad bukit adventure” ini selengarakan dalam rangka hari kartini sekaligus sebagai acara penggalangan dana untuk untuk korban musibah situ gintung. Ternyata diluar dugaan panitia acara, para peserta pada event ini cukup banyak. Akibatnya antrian untuk lomba pun menjadi cukup panjang.

Pesertanya terdiri atas berbagai macam latar belakang. Ada yang memang sudah pro,..ada yang biasanya hanyalah sopir antar jemput anaknya (contohnya aku) ,ada yang memang anggota klub balap hingga ada yang sekedar iseng ikutan saja. Usianya juga beragam,.mulai dari gadis remaja usia belasan tahun,..kepala dua, kepala tiga, kepala empat hingga kepala lima. Jadi dari dari amatir sampai profesional,…dari muda hingga tua,..semuanya berbaur menjadi satu. Bagi sebagian dari kami jadi juara bukanlah target utama. Yang penting bisa ikut menyumbang untuk korban musibah situ gintung sekaligus dapat pengalaman yang agak berbeda.

Lomba dibagi atas 2 stage. Yang pertama dengan trek naik turun plus tikungan patah (mengandalkan skill atau keahlian ) Sedangkan yang kedua di trek yang agak rata dengan posisi harus memutar dibundaran (mengandalkan speed atau kecepatan). Meskipun tidak menang tapi aku cukup puas dengan catatan perolehan waktu yang aku buat. Tidak jelek-jelek amat bagi seorang pemula,…cuiiiih, gak tau malu banget yak.…(ini menurutku pribadi,.menurut orang lain ancuuuuur,..hahhahha)



Meskipun siang itu panas luar biasa,..alhamdulillah anak-anakku tidak ada yang protes. Mereka semua tahu betapa antusiasnya aku sejak berminggu-minggu yang lalu,..dan mereka semua memberikan dukungan moral yang tidak terhingga padaku. Aku sungguh terharu atas semua yang telah mereka lakukan. Tidak sedikitpun mengeluh di siang yang terik itu dan tetap enjoy hingga akhir acara. Thank you so much, my little angels..

suatu sore di pondok cabe

Undangan untuk mengikuti kompetisi ofroad bagi ibu-ibu dalam rangka hari kartini benar-benar menggoda naluri coba-cobaku. Sempat menjajal beberapa bukit kecil di kawasan proyek sekitar tempat tinggalku,dan rasanya kok kelewat mudah,..akhirnya aku putuskan untuk mencoba di kawasan pondok cabe.
Disamping ingin mencoba beberapa track yang agak sulit, aku juga ingin mengetahui karakter kendaraan yang akan aku bawa nanti. Percaya atau tidak, tiap kendaraan itu bagiku memiliki soul (jiwa). Kita bisa memiliki ikatan bahkan berkomunikasi dengannya. Bahkan mobil juga bisa punya rasa cemburu. Dan seperti kejadian pada sore itu,..

Memasuki kawasan pondok cabe,..acara ofroad untuk penggalangan dana bagi korban situ gintung sedang berlangsung. Aku dan suami berkeliling dengan dua kendaraan yang berbeda mencari daerah yang sepi dan cocok untuk dijadikan arena latihan. Akhirnya menemukan jalur yang berupa cekungan cukup dalam menuju kearah rawa-rawa. Untuk tahap pertama aku mengikuti dari belakang setiap rute yang dilewati oleh si Mer. Dan pelajaran pertama adalah bagaimana caranya melewati jalan dengan cerukan yang dalam dan lebar tanpa jatuh terperosok. Sempat merasa tidak yakin ketika aku harus melewati sendiri jalur mengerikan itu. Dengan jantung yang rasanya tiba-tiba menciut menjadi sebesar kelingking,..aku dengan sangat pelan melewati turunan jahanam itu. Berulang-ulang aku mengucapkan Allah Akbar saking takutnya. Berusaha untuk tetap dalam posisi tegak (tidak jatuh kedalam cerukan) dan sekaligus berusaha untuk menenangkan degup jantung yang tiba-tiba menjadi sangat cepat dan tidak beraturan. Gosh,.. it’s felt so horrible…Tapi seiring dengan waktu,..aku bisa beradaptasi dengan keadaan. Beberapa kali aku mencoba untuk naik lagi dan turun lagi hingga akhirnya aku bisa melakukannya dengan detak jantung yang normal. Setelah istirahat sejenak timbul ide untuk mencoba mengendarai si Mer. Sebagai awalan aku meminta sedikit tips dan trik pada instuctor-ku yang tidak lain tidak bukan adalah mr agung, suamiku. Layaknya murid dan guru,..aku mendengarkan dengan seksama semua. Berikut rekaman percakapan didalam kabin,
Instructor: “Yang penting tetap tenang,..apapun jenis mobilnya, teorinya tetap sama,.usahakan terus agar roda kiri dan kanan tetap menapak sejajar. Jangan sampai tergelincir,…” ooooo,ooooo….dan dalam hitungan detik,.. salah satu ban terperosok ketengah lubang,..mobilpun menjungkit seketika,.. Oh,..Nooooo….

Bagaimana rasanya berada didalam kabin kendaraan yang jungkir balik seperti itu?

Hiks,..awalnya jantung berdetak hebat tapi pelan-pelan kembali berdetak normal. Hingga akhirnya aku mengganggap semua itu hal yang biasa saja. Tidak ada rasa cemas yang berlebihan seperti sebelumnya (yang tentu saja ini bagus untuk kesiapan mentalku pada acara perlombaan keesokan harinya)

Dengan susah payah aku berusaha memanjat untuk keluar dari ruang kabin. Dan satu-satunya hal yang cukup mengerikan bagiku adalah ketika harus meloncat dari pintu keluar yang kini berada pada ketinggian 2m lebih dari permukaan tanah. Huppppp..berhasil.

Sempat beberapa saat mengupayakan recovery sendiri dan tidak berhasil, menghubungi beberapa teman yang ternyata berada jauh dari tempat kejadian hingga tidak memungkinkan mereka untuk datang membantu,.

Akhirnya kami ditolong oleh sebuah jeep siera yang kebetulan sedang melintas disana. Dalam sekejap kami menjadi akrab layaknya sudah kenal bertahun-tahun. Salah satu hal yang paling kusukai dalam olahraga ini yaitu rasa solidaritas yang tinggi pada sesama pengemudi jeep. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menegakkan kembali si Mer.



Hanya saja karena berada cukup lama dalam posisi nungging tadi membuat si Mer agak ngadat. Susah di starter dan mesinnya agak “mbrebet”. Terpaksa harus menunggu beberapa saat. Sembari menunggu kami menonton teman-teman yang bermain-main sejenak.

Rekta dan Krisna bahkan nekat untuk menceburkan diri kedalam rawa yang ternyata beujung pada ngadatnya kendaraan mereka ketika sedang berada ditengah rawa, sehingga akhirnya giliran mereka yang memerlukan recovery. Dibawah ini beberapa foto-fotonya…

Hari pun menjelang malam. Teringat akan anak-anak yang ditinggal dirumah,..aku pun bergegas menuju pulang.
Pelajaran yang dipetik hari ini,...pertama: guru jangan sok-sok-an didepan murid,..terutama jika murid itu adalah istrinya sendiri.., huahahahhaha….
Dan kedua: besok aku lebih memilih membawa si Tam, yang ternyata lebih jinak kepadaku ketimbang si Mer, yang kelihatannya agak jealous dengan ku..

Thanks to reta,krisna dan dede atas bantuannya…hingga kami bisa segera kembali kerumah

Tuesday, February 3, 2009

misi penjemputan

Remember when I told you that I missed the party,….ternyata Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dua minggu kemudian ada info bahwa mobil salah seorang dari teman kami terjebak dan rusak hingga akhirnya ditinggal di sebuah kampung di daerah Mantiung, Pandeglang, Banten. Tentu dengan senang hati aku menawarkan diri sebagai teman jalan suami. Yes,..akhirnya..

Perjalanan dimulai seperti biasa,..jum’at malam. Kali ini memakai strategi berbeda untuk meninggalkan anak-anak. Taktikku kali ini adalah mengajak mereka main hingga lelah, kemudian mengundang mereka untuk menginap dikamarku,…dan,…..tadaaaaaa,..berhasil. Dengan wajah polos mereka akhirnya tertidur pulas tanpa menyadari akal bulusku untuk meninggalkan mereka secara diam-diam. Hahahaha,..gotcha girls…!

Menuju daerah Pandeglang kami memilih keluar di exit tol serang timur. Menyusuri jalanan didaerah Pandeglang,…sumpah jalannya ancur banget dan sumpah bikin kita capek banget. Dan seperti biasanya aku menggerutu, menyesali kepimpinan gubernur atut yang menang pada pilkada yang lalu. Ironisnya lagi sepanjang jalanan yang hancur itu, kiri dan kanan jalannya dipenuhi dengan ratusan poster-poster caleg yang akan mengikuti pilkada. Mulai dari yang berukuran 30x30 cm sampai yang 3x3m, woooow. Bayangkan berapa dana yang telah dikeluarkan untuk benda bodoh itu, bukankah lebih baik digunakan untuk memperbaiki jalan. Dan sumpah lagi-lagi sumpah, aku anti banget sama yang namanya caleg, kampanye, pilkada, what so ever,..semuanya "catshit" alias tai kucing. Pukul 3 dini hari kami memilih untuk tidur sejenak karena sudah tidak tahan dengan goncangan sepanjang perjalanan. Aku yang memang sudah lelah sekali tidak perduli dengan suasana truk-truk besar yang lewat ataupun hawa panas dan pengap didalam kabin mobil. Yang penting ngorok dulu. Konon kata yang mendengar suara ngorokku saingan dengan deru kendaraan yang lewat. hehehe,...don't care at all.

Pagi harinya perjalanan kami lanjutkan dan untuk sarapan kami memilih sebuah warung bubur ayam sebagai tempat persinggahan. Semangkuk bubur ayam yang rasanya agak kekerasan dianggap cukup untuk bertahan hingga siang hari. Sehabis sarapan kami meneruskan perjalanan. Dan pemandangan berikutnya sungguh luar biasa. Kami melintasi kawasan tempat kapal-kapal bersandar. Sayang karena keterbatasan waktu aku tidak diijin kan untuk singgah sejenak.



Tidak lama berselang dari kejauhan aku melihat pantai. Dan untuk mempersingkat waktu perjalanan kami memilih untuk menyusuri pantai. It’s totally Awesome.






Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa ada pantai seindah itu di daerah Banten. Kebanyakan kita hanya kenal Anyer dan Carita. Tapi pantai ini,..Bayah Beach,…benar-benar berbeda. Masih perawan (dilarang untuk berfikiran museum,..eh mesum! ). Tidak ada warung tenda, tidak ada sampah,..tidak ada cottage,…tidak ada pedagang,
pokoknya…Bersiiiiiiih,…ombaknya juga keren. Bisa untuk surfing. Konon katanya dibulan Agustus banyak juga turis asing yang datang untuk ber-surfing. Pantai ini dikenal cukup akrab bagi para surfer. Haaaayaaaaah,…kok bisa kita ketinggalan informasi? Mungkin bukan kita, tapi akyuuu,…kok bisa ndak tau gitu. Kekecewaanku pada pantai Kuta kemarin lumayan terobati. Dan aku berjanji didalam hati,..suatu waktu aku pasti akan kembali lagi kesana. Khusus untuk menikmati indahnya.

Tidak ingin membuang waktu kami lanjutkan perjalanan menuju ke perkampungan. Langsung menuju ketempat korban yang akan di evakuasi (jieeee,..bahasanya,..medik banget,..hihihii…) Benar-benar sebuah “…” Jika sebelumnya pantai,..kali ini kami memasuki pebukitan yang dikelilingi dengan areal persawahan. Jika kita berdiri di puncak bukit yang tertinggi maka akan terlihat lautan dikejauhan. Pemandangannya persis seperti ketika aku menginap di Kuta Seaview kemaren. Huuuuuu,…menyesal,…kenapa baru tahu tempat ini sekarang. Kalau kemaren harus bayar, kali ini semuanya gratis…tis! Silakan aja melototin laut sampai puas,…Sampai matanya copot juga boleh. Gih!




Medan yang harus dilewati kali ini lumayan bejat. Jalan berlumpur dan lubang sedalam setengah meter, cukup untuk membuat repot. Apalagi sebelumnya jalanan ini dilewati oleh klub offroad yang eklusif. Yang mobilnya dijejali dengan segala macam tehnologi. Mulai dari winch (sling baja berpenggerak otomatis), ban swamper, shock breaker procom, locker(pengunci gardan) dan mesin dilengkapi dengan turbo. Mobilnya juga edan; ada toyota hilux,mitsubishi strada, ford ranger,dll. Sementara kami gerombolan mobil odong-odong. Satu-satunya yang masih berbau tehnologi yang kami punya hanyalah “winch” dan “pacul” Hahahaha,…!

Tapi jangan salah,..dengan perangkat yang seadanya itu kami tetap bisa survive. Ini menujukkan bahwa skill tetap memegang peranan penting. Kalau Ayu Utami berkali-kali menggaungkan kalimat tentang pemanjatan bersih dalam buku terbarunya, Bilangan Fu, maka kami pun dengan rendah hati mendeklarasikan diri sebagai kelompok penjelajah bersih, caile... Kami tidak merusak trek yang kami lewati dengan segala macam perangkat tehnologi yang nantinya membuat jalan yang telah dilewati menjadi semakin hancur tidak karuan. Kasihankan pada penduduk setempat yang masih menggunakan jalan itu sebagai jalur utama transportasinya...

Trek yang dilalui benar-benar trek bejat(dapat istilah ini dari temanku Ageng) Tanahnya benar-benar lengket. Sendal gunung yang kupakai menjadi korban, putus dan akhirnya dibuang. Lain kali kalo mau pakai sendal di medan seperti ini pilih yang sudah di pres kayak "Crooc" atau reebok, gitu. Mungkin tidak mudah putus (tapi belum tau juga sih kekuatannya, karena belum pernah nyoba, dan rasa-rasa kok ya sayang karena harganya mahal begitu) Disamping tanahnya yang licin abis (bahkan dalam keadaan "nyeker"pun kita bisa terpeleset,lho!)jalan itu sudah hancur-hancuran karena alur air yang sudah terbentuk lubang-lubang sedalam 50cm lebih.





Beruntung kami punya senior yang mumpuni. Yang ilmu jelajah dan skill driver-nya t-o-p-b-a-n-g-e-t-!!!!!! Bayangkan mobil yang sudah setengah hidup dengan winch patah dan kopling putus bisa dikeluarkan dari tempat kejadian. Semau diupayakan secara manual.Ckk,..ckkk,…ckkk,…Saluuuuute untuk Pak Eddy. You are the Master!











Pukul 2 siang semua mobil berhasil keluar tapi masih jauh untuk ke kota, sementara semua perut sudah keroncongan. Mie instant akhirnya menjadi makanan. Aku sebagai satu-satunya perempuan bertanggung jawab dalam proses pematangan mie-mie instant tersebut. Mohon maaf kalau rasanya tidak standart,…ada yang kebanyakan kuah dan ada yang mentah. Kan grogi, bo! Seumur-umur belum pernah dipercaya untuk tugas katering seperti itu. Hehehe,…ngeles berat!

Akhirnya dan akhirnya saudara-saudara,..mobil ini berhasil dikeluarkan dari sarang lumpur,..


Tim sukses mejeng dulu yeeeee

Sehabis ngaso, semua bersiap-siap menuju bengkel terdekat dan percaya tidak kalau pak Eddy ternyata bisa membawa mobil yang koplingnya putus itu. Mana mereka pakai acara kesasar ke jalan buntu lagi,...Benar-benar edyaaaaaan!!!!!

Sisa perjalanan ke jakarta aku habiskan untuk tidur,...karena serangan migren yang aku rasakan sebelumnya kok rasanya makin lama makin hebat. Jadi tidak ada lagi yang bisa aku ceritakan. See ya in next adventures....!!!!!Byeeeee.....!!!!!