Wednesday, September 9, 2009

Mogok lageeee,..

Perbedaan antara memakai mobil baru dengan mobil lama memang sangat jelas. Jika mobil baru kita tidak perlu khawatir mesin akan ngadat, maka hal sebaliknya terjadi pada mobil lama, apalagi jika mobil itu lebih sering digunakan untuk di medan offroad. Entah memang mobilnya sendiri yang alergi terhadap jalan mulus atau bagaimana, aku kurang tahu, yang jelas siang ini aku kembali dikerjai oleh mobil klangenan-ku itu.

Tepat pukul 2 siang, saat matahari bersinar dengan teriknya,..aku terdampar di tepi jalan di kawasan alam sutra. Tepat di bundaran ketika mobilku mulai kehilangan tenaganya,..setelah beberapa detik tersengal-sengal akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya. Untungnya aku cukup sigap menepikan kendaraan pada detik-detik menjelang kematiannya. Cuih,..mendeskripsikan mobil mogok saja sampai sebegitu dramatisnya,..hehehehe….biarin,..weeeek..

Dan mulailah aku berjuang memencet beberapa nomor telfon dengan persedian batere yang sudah sangat menipis di hape. Kebiasaanku yang malas menge-charge hape akhirnya mendatangkan bencana. Di saat darurat aku baru sadar bahwa punya hape dengan pulsa yang melimpah akan percuma jika baterenya habis. Awalnya aku menghubungi karyawanku yang dibengkel,..meminta salah seorang dari mereka untuk mengantarkan kendaraan pengganti apapun bentuknya, asal jangan getek, hahhaha(garing banget sih gue ;-P). Dan dengan sisa-sisa power di hape aku berusaha menghubungi ajudanku,..pelindungku, mc gyver-ku,..siapa lagi kalau bukan agung. Sia-sia karena nomornya tidak dapat dihubungi. Aku mengirim pesan singkat,”MOBILKU MOOOOGOOOK,….ALLAHUAKBAR,..!!!!
Selang beberapa saat aku mendapatkan telfon balik darinya. Aku meminta dia untuk berbicara cepat, singkat dan padat karena aku tidak yakin berapa lama lagi hape-ku sanggup bertahan. Dan dengan mengikuti instruksinya aku mulai membuka kap mobil dan menggetok-getok beberapa bagian didalam kap mobil itu. Percuma,..hasilnya nihil. Aku mulai putus asa hingga akhirnya aku menyerah dan memilih untuk menunggu datangnya bala bantuan. Seiring dengan itu hapeku pun ikut mati,..bet.

Well,..here I am,..
Didalam mobil,…yang makin lama makin panas. Sebuah mobil tangki penyiram tanaman berkali-kali meng-klakson menyuruhku untuk pergi. Dengan wajah penuh penyesalan aku mengatakan bahwa mobilku mogok. Aku tidak bisa memindahkan posisi mobilku. Akhirnya dia mengerti dan berjalan melewatiku. Menit-demi menit berlalu. Didalam mobil terasa seperti direbus. Panasnya minta ampun. Akhirnya aku mengalah. Mobil aku kunci dan aku pergi berteduh disebuah pohon besar. Dengan wajah penuh harap aku memandang kekejauhan menunggu datangnya mobil pikap merah yang menjadi kendaraan operasional bengkel. Belum pernah aku merasa serindu itu pada si mobil gerobak yang penuh dengan ceceran oli dan kabin apek. Bahkan hampir semua bagian interiornya protol dimana-mana,..mulai dari sabuk pengaman yang cantelannya sudah patah,..bukaan jendela yang copot,..tutup laci yang lepas,..lebih baik agar aku tidak menceritakan lebih jauh bagian-bagian lain yang kerusakannya bisa membuatku menitikkan air mata. Hahhahahha,..lebay…
Tunggu dan terus menunggu,..entah sudah berapa angkot yang berhenti dan menawariku untuk naik. Bosan menolak angkot,..aku memilih untuk menghadap ke pohon. Tapi setelah kupikir-pikir aku terlihat seperti seorang pria yang sedang buang air kecil. Huh,..akhirnya aku kembali menghadap kearah jalanan dan hanya bisa menggerutu kesal saat beberapa pengemudi mata keranjang mencoba untuk menghentikan kendaraannya dengan memberi sinyal lampu,..damn you,..grrrrrrrhhhhhh…

Akhirnya kereta kencana itu tiba,..kijang pikap merah itu tersenyum kepadaku dari kejauhan,..oh dewa penyelamatku,..akhirnya kau tiba juga, ujarku sambil mengelus dasbor mobil. Babak selanjutnya adalah pemindahan barang-barang bawaanku,..tas jinjing yang lumayan besar ( yang seluruh isi pernah aku beberkan sebelumnya pada cerita olala ;-P ) lalu komputer jinjing, lalu folder plastik penuh dengan map-map, lalu lunch box, lalu termos minumanku, lalu satu buah semangka bulat, utuh, plus sekantong plastik belanjaan berisi susu segar dan jus buah yang barusan aku beli karena memang rute yang aku lalui melewati sebuah toko buah segar di kawasan alam sutra. Maaakkkk,..kabin pikap ini sudah penuh dengan barang-barangku lantas anak-anak berikut tas-tasnya nanti bagaimana? Hooooo,…lebih baik kebut dulu karena aku sudah cukup terlambat dari jam kepulangan mereka.

Sesampainya disekolahan anak-anakku terbelalak. Kenapa pake mobil ini mam? Protes mereka. Dan aku tahu jawapan yang paling jitu. “Cepetan naek,…kalau tidak mau naik silahkan pulang jalan kaki…”dan berhasil…mereka pun berebutan untuk naik kedalam kabin yang sempit itu. Aku nyaris tertawa ketika mereka duduk berdesak-desakan dengan barang-barangku. Si kakak malah kebagian memangku semangka agar tidak bergulir kesana kemari setiap kali aku menikung. Dan sepanjang perjalanan aku menceritakan kronologis kejadian hingga aku harus menjemput dengan mobil pikap itu. Tapi belum sampai setengah jam aku bercerita mereka sudah jatuh tertidur. Tampaknya angin yang bertiup dari jendela yang terbuka lebar membuat mereka mengantuk bukan kepalang. Ooooohhhhhhh,…..my babies….. mommy loves you…

Wednesday, September 2, 2009

teman imajiner

Teman imajiner

Ada sesuatu yang terungkap ketika dalam trip terakhir kami ke tanjung lesung kemarin. Sesuatu yang kedengarannya misterius dan sedikit menakutkan. Ini adalah cerita tentang anak bungsuku benayu dengan teman imanjinasinya.

Berawal dari coretan-coretan bena dikertas,..yang buru-buru disembunyikannya ketika aku mencoba untuk melongok apa yang sedang dikerjakannya. Aku pun menjadi penasaran dengan hal yang ingin disembunyikannya itu. Diam-diam ketika dia sedang mandi aku mulai mencari kertas yang ditulisnya tadi. Tidak sukar untuk menemukannya di kamar yang hanya berukuran 5x5 meter itu. Aku menemukan selembar kertas yang terlipat dan bertuliskan; “ my secret “. Tentu aku semakin penasaran dibuatnya. Ketika aku membuka lipatan kertas itu aku menemukan tulisan; “my imagination friend: margareta magenta”. Dibawah tulisan itu ada gambar rumah lengkap dengan pintu dan jendelanya dan disampingnya berdiri seorang anak perempuan berambut panjang yang terlihat manis dengan dress bermotif bunga. Hmmmm….nice pic…

Selesai dia mandi aku mulai menjalankan aksi detektifku,..
Mula-mula aku ajak dia berbaring sambil mengobrol-ngobrol. Dan pelan-pelan aku mulai mengorek cerita siapa teman dekatnya. Dan makin lama aku makin mengarahkan topik kearah teman imajinatifnya. Awalnya dia terlihat agak marah, karena dia langsung menebak aku telah melihat apa yang disembunyikannya dariku sebelumnya.
Bena: Mami pasti ngeliat kertasku,..kan aku dah bilang itu secret mami,..S E C R E T !
Mami: Anak-anak tidak semestinya punya rahasia dari orang tuanya,..terutama terhadap mamanya,…kakak aja nggak pernah berahasia dengan mami,..
Bena: (terdiam,..dan terlihat ia sedang berfikir keras untuk memutuskan apakan dia akan berbagi rahasianya denganku atau tidak,..)
Mami: (aku berdo’a mudah-mudah dia mempercayaiku dan mau berbagi rahasianya denganku)
Bena: Aku punya temen yang kadang-kadang invicible mam, namanya margareta magenta,..
Mami: Ohya,…umur berapa dia?
Bena: lebih tua dari aku satu tahun
Mami: Ohya,..dimana dia tinggal?
Bena: Dirumahnya lah,..
Mami: Jaoh nggak?
Bena: Aku nggak tahu rumahnya itu dimana tapi aku pernah sekali diajak kerumahnya
Mami: Ohya,..ada siapa aja disana,..dan kalian ngapain?
Bena: Nggak ada siapa-siapa,..dia tinggal sendirian,..waktu itu kami ngobrol-ngobrol sambil minum susu,..
Mami: Ohya… (aku berkali-kali mengucapkan kata ohya untuk menepis rasa gugup dan merindingku..) kasian dong,..
Bena: He…eh,..kasian dia..orang tuanya nggak ada…
Mami: Udah berapa kali ketemu ama dia?
Bena: Sering,..kadang dia dateng nemenin aku maen dikamar,..kadang dia juga nemenin aku mandi kalo aku takut dikamar mandi sendirian..
Mami: Pernah ikut kesekolah?
Bena: Pernah,…beberapa kali….
Mami: (makin merinding,…tapi sok nyantei…) Temen-temen ada yang bisa liat dia?
Bena: Nggak,..Cuma Saleem (kucing peliharaan kami) sama aku yang bisa liat dia,..
Mami: Ooooohhhhhh,…
Bena: Dia ngerti bahasa saleem,..
Mami: Ohya,..misalnya,..
Bena: Iya dia kadang yang bilangin, tuh kucingnya haus tuh,..atau misalnya lagi tuh,..kucingnya lapar tuh…gitu
Mami: Ooooo,..pantesan adek sekarang sering kasih minum dan kasih makan saleem ya,..padahal adek kan nggak suka sama kucing..sukanya malah sama anjing…
Bena: Iya,..karena dibilangin ama dia,..ya udah,..aku ambilin aja air minum atau makanan saleem,..
Mami: ( tercenung,…pantesan dia akhir-akhir ini jadi pemberani,..pantesan akhir-akhir ini dia mau nolong mengurusi si saleem, pantesan akhir-akhir ini dia betah main dikamar sendiri,..pantesan dan pantesan bertubi-tubi dibenakku..)
Mami: Boleh nggak mami ketemu sama dia
Bena: Dia nggak suka sama orang dewasa..
Mami: Kenapa adek nggak pernah cerita ke temen-temen adek atau ke kakak tentang si margaretha ini?
Bena: Nggak ah,..nanti aku disangka gila..
Mami: HAH,..ya enggak lah,..masak gitu,..sampe disangka gila segala..
Bena: Soalnya dia nggak kelihatan mam,..pasti orang nggak ada yang percaya sama aku...
Mami: Ohhh,..(aku nyaris tidak bisa berfikir lagi) Sebentar ya,.. mami mo ngomong dulu ama papi,..adek ngegambar lagi aja..

Dan suami memperlihatkan wajah kebingungan ketika aku menyeretnya keluar. Dengan kecepatan 250 kata permenit aku menceritakan hasil investigasiku barusan. Suamiku terlihat kaget,..dan dia langsung menegaskan bahwa anak kita harus melupakan temannya itu. Malam harinya,..ketika kami dinner,..aku melihat suamiku dan bena sedang mengobrol berdua di tepi kolam renang. Mereka terlihat sangat serius. Beberapa kali terlihat bena menganggukkan kepalanya. Dan diakhiri dengan pelukan erat antara mereka berdua.

Dalam perjalanan kami kembali ke kamar,..suamiku mengatakan bahwa dia telah meminta bena untuk melupakan teman imanjinatifnya itu. Bahwa si margareta magenta is not exist. You can’t touch her, that why she’s un-real, honey..
Mami is real,..Papi is real,..Kakak is real,..but margareta is un-real.

Since that, for a couple weeks we never leave bena alone. Every time she separated,..we reach her, we keep her closer than before,..

Dan sekarang tampaknya dia telah melupakan teman imanjinernya itu….

Thursday, August 20, 2009

Life is good..

Lately I felt so happy because I really enjoying what I’ve done.
Woke up early morning,.preparing the kids for school, writing some stories in my laptop, pick up the kids from school, cooking for a dinner, helping the kids with their homework, and get ready to the bed,.. It’s absolutely wonderful.
And the best result for my happines is the new me, that no more easy getting mad. Alhamdullillah,..

And after lebaran leave,.. Maybe I’ll have same happines with my company jobs. With a new formation and new hopes.
Insya Allah…

Tuesday, August 18, 2009

poncab tarkam

17-an lagi berarti lomba lagi. Meriahnya peringatan hari kemerdekaan memang mengisi tiap sudut. Mulai dari lingkungan RT,RW,Kelurahan, kantor-kantor, instansi, pusat perbelanjaan, hingga kedutaan. Tahun ini kebetulan lingkungan tempat tinggalku tidak mengadakan kegiatan apapun. Entah karena dananya yang kurang (hiks..) atau karena tidak ada yang bersedia untuk menjadi panitia, aku sendiri kurang jelas. Yang penting aku sudah punya jadwal untuk menonton ofrod tarkam di pondok cabe. Asoooy,...

Minggu pagi itu aku berangkat terpisah dengan suami. Kebetulan dia memilih untuk berangkat bersama salah seorang temannya maka aku dan anak-anak akhirnya harus berangkat sendiri. Ya,..anak-anakku sudah mulai familiar dengan kegiatan outdoor ini. Jika dulu mereka selalu menolak dengan alasan panas, capek, kotor dan lengket maka kali ini mereka dengan senang hati pergi menemaniku. Mommy love you girls.. mmmuaah..

Hari itu entah mengapa jalanan menuju pondok cabe begitu macet. Mulai dari muncul hingga pamulang kendaraan berjalan pelan. Ditambah lagi dengan acara kesasar ketika aku salah berbelok di perempatan yang membuatkan tanpa sadar berjalan kearah sawangan depok,..sigh…perjalanan yang mestinya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit jadi molor hingga 1,5 jam. Ampuuuun..

Sesampai di sana acara sudah dimulai. Beberapa teman dari langsat corner ternyata sudah berkumpul. Aku memilih bergabung dengan mereka. Cuaca siang itu begitu panas. Tidak heran jika penonton mendapat hidangan gratis berupa debu tebal. Bahkan jika beberapa kendaraan lomba melakukan beberapa pemanasan dilapangan sebelah jangan heran jika harus mengalami badai pasir yang membuat kita harus lari dan bersembunyi dibalik mobil. Aku dan sibungsu yang kebetulan mengenakan kaos berwarna putih hanya bisa pasrah ketika kaos yang kami kenakan berubah warna menjadi kekuning-kuningan.

Kompetisi kali ini terbuka untuk siapa saja. Namanya juga tarkam alias antar kampung. Maksudnya antar kampung disini bukan dalam arti yang sebenarnya, melainkan bisa dibilang antar kelompok atau komunitas dan juga perorangan. Misalnya saja beberapa team yang ikut turun a.l adalah team kitah dan everything 4 wheel drives. Tontonan yang cukup menghibur disiang yang panas. Dan akan menjadi tontonan yang lebih menghibur lagi seandainya turun hujan disiang yang panas itu. Kebayangkan trek yang licin dan basah yang membuat mobil-mobil seolah berdansa,. :-p

Ini beberapa pose yang sempat tertangkap kameraku. Sudut pengambilan tidak berpindah-pindah karena aku memotret sambil mengawasi anak-anak. Jadi mohon maaf jika gambar terlihat agak membosankan,..hehehhe…


Di sesi yang kedua ada sebuah tanjakan dan turunan curam. Jika mobil dipacu dengan kecepatan yang agak tinggi pada saat menaiki tanjakan, memungkinkan driver dan co-driver memandang langit biru sesaat dan mobil akan berada dalam posisi sedikit terbang. Untuk turunan curam, karena langsung menikung jika mobil dipacu agak kencang salah-salah bisa menabrak pohon yang ada didepannya . Tapi jujur saja sebagai penonton aku malah menanti-nanti kejadian seperti itu, hihihihi…
Oh ya,..dibawah ini ada sebuah pemandangan yang cukup unik dan eksotik bagiku,..

Hari semakin sore dan anak-anakku mulai terlihat lelah. Jam 5 aku memutuskan untuk pulang.

Kapok dengan kemacetan sebelumnya aku meminta saran dari seorang teman untuk alternatif jalan lain. Dia menyarankanku untuk menyusuri arah sebaliknya hingga nantinya aku bisa langsung masuk ke tol tb simatupang. Aku menurutinya tapi lagi-lagi aku mengalami kejadian yang sama dengan sebelumnya. Disebuah perempatan aku tanpa sadar berbelok ke jalan menuju cinere. Dan kemudian bisa ditebak, aku kesasar lagi. Jika pada saat berangkat ada acara buang-buang bensin ke arah sawangan, maka pada saat pulang ada acara buang-buang bensin lagi kali ini kearah cinere,...Hadowhhh…

Sekitar jam 7-an kami telah berada dirumah lagi. Untuk besok masih ada tersisa satu hari libur lagi… ya,…besok tanggal 17 Agustus 2009,..masih hari libur nasional,..Dirgahayu RI negeriku…

Wednesday, August 12, 2009

Bena's 8th birthday

To my lovely angel : Benayu Hagie

Happy 8th birthday my love,..
we love you so much, dear...


Saturday, August 8, 2009

my 35th birthday..

Ulang tahun kali ini sungguh berbeda. Memang jauh hari sebelumnya aku telah berjanji pada ulang tahun kali ini aku tidak ingin bersuka-suka. Dan tampaknya Tuhan mendengar semua dan Ia ingin agar aku memastikan bahwa aku memegang janjiku. Tepat diihari ulang tahunku aku sakit hingga aku tidak dapat meninggalkan tempat tidur. Dan aku juga ingat ketika beberapa waktu yang lalu aku pernah berjanji aku akan menjadi orang yang lebih penyabar. Dan ternyata Tuhan juga mengujiku kesabaranku dengan penyakit yang diturunkannya kepadaku. Aku berlatih bersabar dengan menganggap bahwa penyakitku ini adalah proses pencucian dosa-dosaku. Mudah-mudahan Allah mengangkat penyakitku sekaligus dosa-dosaku. Insya Allah,..

Oh ya,..
Agung memberikan hadiah ulang tahun berupa winch,..
Hahhahaha,… kalau wanita-wanita lain mendapatkan perhiasan atau bunga dari pasangannya, aku malah mendapatkan winch,…It’s really awesome,..Thanks hon..


Karena harga winch cukup mahal,..aku dibelikan yang bekas. Tapi itu juga sudah lebih dari cukup bagiku,..bagiku yang penting fungsinya masih bagus dan yang penting lagi mereknya Warn, hihihi..


Oh ya lagi,..
Ketika aku tergeletak lemah tak berdaya itu,sehari setelah hari ulangtahunku,..mbak surip, penyanyi eksentrik yang mendadak ngetop itu, meninggal dunia. Memang aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Cuma aku ingin sedikit bercerita bahwa mbak surip sudah lama menjadi idola aku dan adikku lita. Kali pertama kami melihatnya di pasar seni ancol kira-kira 4 tahun yang lalu. Kami menonton dia bernyanyi diatas panggung di pasar seni. Lirik-lirik dan lagunya membuat kami terbahak-bahak. Apalagi ketika mendengar tawanya. Membuat kami semakin terbahak-bahak. Dan sejak saat itu kami mengukir namanya didalam hati ; Mbah Surip..
Kenangan yang kedua tentang mbah surip adalah ketika kami melakukan perjalanan ke Jawa Tengah yang pernah kuceritakan sebelumnya,..Sepanjang perjalanan yang murus-murus karena terkena diare gara-gara makan mie nyemek di daerah Banyumas,..kami terus-menerus disuguhi lagu “tak gendong” dari hampir seluruh stasiun radio daerah. Mulai dari daerah Purwokerto,..Banyumas,…Sumpyuh,..Kebumen,..Purwodadi,..Wates,.yang terdengar lagi itu-itu terus,..tidak heran jika kami yang didalam mobil menjadi hapal lirik dan nadanya,..
Dan siapa sangka ketika satu tahun kemudian lagu itu mendadak menjadi ngetop dimana-mana,..HAHAHAHAHA…(ketawa ala mbak surip…)

Tapi sumpah mati minggu ini keadaan sedikit fenomenal, tanggal 3 aku ulang tahun, tanggal 4 mbak surip meninggal, tanggal 6 rendra meninggal, tanggal 8 (disangka) noordin m top meninggal, yang belakangan ternyata salah orang, bukan noordin tapi ibrohim,..sigh...What a world...




Thursday, August 6, 2009

Tanjung lesung trip

Sebenar ini sudah bukan musim liburan lagi. Tapi memang susah mencocokkan jadwal yang padat dengan liburan anak sekolah. Awal bulan Agustus ini kebetulan jadwal weekend di minggu pertama agak senggang. Jadilah kami berempat berangkat liburan meski sudah agak ketinggalan. Hah hah..

Pantai tetap menjadi tujuan favorit anak-anak. Dan kami memutuskan untuk memilih Tanjung Lesung sebagai destinasi berikutnya. Jum’at sehabis makan malam kami berangkat meninggalkan gading serpong tercinta ( huuuu,..kesannya kayak mau pergi berbulan-bulan saja padahal hanya pergi dua malam :P ) menuju kawasan Tanjung Lesung. Tol Jakarta-Merak mulai dari pintu tol Balaraja bener-bener neraka (hiperbola ding.. hehehehe) Sepanjang jalan penuh dengan pekerjaan penambalan jalan yang membuat jalur kendaraan terkadang tiba-tiba jadi menyempit. Lubang-lubang besar dan dalam seperti empang ikan membuat kita harus ekstra hati-hati menjalankan kendaraan. Belum lagi barisan truk yang menuju merak,..sigh...40 km/jam ditol benar-benar mengesalkan. Keluar dipintu tol Ciujung,..kami memilih melewati rute Pandeglang untuk sampai ketempat tujuan. Sebenarnya agak melambung jauh siy,..tapi memang kali ini sedang tidak ingin lewat atau pun dekat dengan anyer dan carita,..hehehehe…tengil!!
Pukul 10.30 malam kami sampai ditujuan. Tanjung Lesung Bays Vilas,..Wooohooooo..
Langsung tidur biar besok pagi bisa liat sunset (biasaaaa,..teorinya sih pengennya begitu,..tapi kenyataannya?! nanti duluuuu :-P )

Benar saja,..kenyataan tidak ada sunset sama sekali. Bangun pukul 9 langsung mandi lalu sarapan. Sehabis sarapan kita bisa bersepeda mengitari kawasan sekeliling. Sumpah mati ini kegiatan yang paling aku sukai. Pertama, bersepeda memang kegiatan masa kecil banget,..tapi yang paling penting adalah bersepeda di kawasan hutan konservasi benar-benar membuatku flashback dengan kenangan masa anak-anak dulu. Bau tanah, pohon-pohonan dan semak-belukar,..wuih,…aku seperti kesurupan. Suami dan anak-anak2 sampai bingung melihatku yang bersepeda sambil berdendang riang…sesekali mendayung kencang-kencang agar bisa melepaskan pedal dan mengangkat kaki tinggi- tinggi,…Woooohooooo.

Yang jelas yang paling membuatku jatuh hati dikawasan pantai tanjung lesung ini aku menemukan kerimbunan. Jadi tidak melulu pohon kelapa. Benar-benar tempat yang sempurna untuk melepaskan lelah dan bernostalgia bagi bekas anak rimba sepertiku. kikikikik….

Selepas bersepeda aku menemani anak-anak bermain di pantai,..Fuiiih,…bermalas-malasan dibawah pohon sambil membaca buku ditemani dengan sekaleng soda adalah kegemaranku. Empat jam tidak terasa karena kadang aku jatuh tertidur untuk kemudian bangun lagi dan melanjutkan bacaan,..lalu tertidur lagi,..dan bangun lagi,..begitu seterusnya. Weeeekkkkk,….enak’e…

Malam harinya kami menikmati makan malam istimewa persembahan hotel. Untuk melengkapi keistimewaan itu suamiku mengeluarkan wine hadiah dari salah seorang temannya. Dasar orang kampung, aku tidak tahu bagaimana cara meminum wine yang benar, hingga untuk menghabiskan sepiring makanan aku menghabiskan 3 gelas wine. Dan akhirnya bisa ditebak,..aku mabuk. Aku tidak sanggup berjalan untuk kembali ke vila. Awalnya suamiku masih mencoba untuk memapahku. Tapi karena berkali-kali aku merosot, akhirnya dia memutuskan untuk menggendongku. Berat memang,..tapi apa boleh buat. Masak istrinya mau ditinggal di jalan. Hahahhahaha….

Sesampainya dikamar, anak-anakku mulai mengomeli-ku. Apalagi ketika aku mulai muntah-muntah di kloset. Sikakak ngamuk-ngamuk. “You really scared me,..!! “This is the first time and it become the last time I saw you like this, Mom…!!!”katanya galak. “Hiks,…OK,..OK,..Honey…I Love you…won’t be happened again,..I swear..” hiks,..hiks..(Bad mama,..bad mama…!)Dan untuk itu aku benar-benar berjanji tidak akan mabuk lagi,..*mabuk lagi…aaahhh,…mabuk lagiiii *- ngedangdut ala cucu cahyati…hahahahha….


Minggu,..hari terakhir. Sehabis sarapan kami bersepeda lagi tapi kali ini tujuannnya kepantai yang lebih bagus. Jika pantai didekat vila banyak karangnya, maka pantai yang kami tuju nanti akan jauh berbeda,..tidak berkarang dan cukup dalam. Sehingga jika akan berenang tidak diperkenankan jika tidak menggunakan alat pelampung. Pantai itu bernama Bodur Beach. Aneh ya namanya,..hihihhi…Tapi pantainya indah banget,…dan yang paling top lagi sepi banget,… Hanya kami berempat yang ada disana,..hahahhaha…


Sepulang dari pantai kami tidur-tiduran menunggu jam makan siang. Dan sehabis makan siang sekitar jam 2 kamipun meninggalkan hotel. Byeee,..byeee… tanjung lesung,..doakan kami datang kesana lagi ya…. (huuuuuu,…maunya…)