Thursday, February 18, 2010

ipaabong ; road to jogjakarta

Mimpi anak-anak ipaabong untuk jalan-jalan ke Bali sudah setengah jalan. tanggal 18 sampai dengan 21 februari mereka berangkat ke jogjakarta. perjalanan dengan bis pariwisata dan semua terlihat gembira karena bisa mengajak serta keluarganya,..





Pasangan pengantin baru ini sungguh beruntung,..mereka menikmati perjalanan ini sekalian honeymoon,..uhuyyy..
Pak Agung kali ini bertugas untuk mengawal rombongan,..

Sedangkan Bu Inge tinggal di Jakarta untuk jaga gawang, :P
Byeeee,..byeee,.. hati-hati ya,..nitip anak-anak Ipa Abong ya, Hon,...

Thursday, January 28, 2010

mustika ratu beauty class

Pada 24 Januari 2010, komunitas arisan dan pengajian muslimah gading serpong mendapat kesempatan untuk berkunjung ke tempat tanaman herbal mustika ratu yang berada dikawasan ciawi, Bogor. Tentu saja ini kesempatan emas karena dengan hanya membayar rp 150 ribu rupiah kami di berikan transportasi berupa bis untuk ketempat tujuan, makan siang dan seperangk mat kuas dan beberapa bonus kosmetik plus sertifikat. Cukup murah bukan?..
Perjalanan yang direncanakan pada pukul 7 pagi meleset sekitar satu jam. Perjalanan selama 3 jam kala itu cukup menyenangkan karena beberapa ibu-ibu berinisiatif untuk menyemarakkan suasana dengan lelucon, teka-teki dan games.
wajah-wajah ceria karena bisa break sesaat dari rutinitas rumah tangga,.hehehe..

Sesampai ditempat tujuan,... foto bareng dulu dong,... smile...everyone..!!!
Segmen pertama diisi dengan perjalanan mengelilingi perkebunan herbal yang ada di areal Astono Giri Asri. Kita mendapat penjelasan tentang jenis-jenis tanaman berserta kegunaanya. Wah ternyata negeri kita benar-benar kaya dengan sumber alam. Beberapa dari tanaman ini mempunyai khasiat yang luar biasa. Beberapa tanaman bisa mengobati penyakit yang enteng seperti panas dalam, sakit kepala, diare,dll. Tapi kemudian ada yang berkhasiat mengobati asam urat, kolesterol, darah tinggi hingga kencing batu. Dan bahkan ada yang bisa mengobati hepatitis hingga kanker. Subhanallah,..sungguh mengagumkan.

banci kamera ada dimana-mana,..hahaha..







tanaman ini berguna untuk mencegah dan mengobati kanker rahim,.sayang aku lupa nama jenis tanaman ini,..dijadikan pe-er dulu yah,..hehehe..

Greeting dari mbak-mbak panitia pelaksana beauty class Mustika Ratu,..

Sang mahaguru (lagi-lagi aku lupa nama beliau)yang akan memberikan pengajaran dan pelatihan pada kita-kita yang buta dandan,.hiks..

Yak,..dimulai,..digosok,..digosok,..di bersihan dan dibersihkan,..

Tidak usah kaget kalau wajahnya berubah menjadi seram,..namanya juga proses,.. bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, berjelek-jelek dahulu bercantik-cantik kemudian,..hehehe..

How do we look? Me and mama, after. Sumpah,...aku memang nggak bisa dandan,..hasil kok segitu-gitu aja ya? Nggak bikin pangling sama sekali,..halagh,..

Time is up,..and time to go home,..but we can take a picture first,. :)

Tapi sebenarnya kita nggak langsung pulang kok. Namanya juga ibu-ibu,..mesti ada waktunya untuk shopping time. Jadi sore itu kita langsung meluncur ke daerah Tajur. Kalau tidak salah nama tempatnya PIK or something gitu deh,..(duh maaf banyak yang lupa soalnya bikin tulisan ini dah terlambat banget, maaf yaa,..) Setelah puas berbelanja,.. masanya untuk cari oleh-oleh di Roti Unyil dan Pastel Mak Cik. Pukul 9 malam kami tiba dengan selamat di Gading Serpong. Alhamdulillah,..
Moga-moga ada trip seperti ini lagi ya ibu-ibu,.. Amiiiinnn...

budeg dikit, heh..

Beberapa waktu yang lalu aku menerima sebuah panggilan tak dikenal di ponselku. Sebenar aku jarang menjawab telfon dari unknown number tapi kali ini mood-ku sedang bagus, dan aku pun mengangkat telfon itu.

seberang: (dengan suara terputus-putus karena signal yang jelek) "halo,..halo,..ini inge?..
akyu: "halo,..halo,..dari siapa ya?"
seberang: "halo,..lo ma...masih inget,..nget,.. gw gak, ini med, temen sd lo,..lo dulu..lu,lu.."(suara terdengar hilang-hilang timbul..)
akyu: "medriati?...imed?.."
seberang: Yap,..diman..na..na..lo sekarang..rang..
akyu: "gw di tangerang med,..lo sendiri dimana?..add gw di fb lo dong..
seberang: "lo ntar.. rr.. add gw ya...ya... medriati kipke...ke..
seberang: "gw di om...bog..., anak gw udah...dah ...tiga,.ga...sekar..rang.."
akyu: "Ooohhhhh, di lombok,..asyik dong,..lo sedang liburan di lombok atau tinggal di lombok?"...
seberang: "anak lo dah bera..pa...
(lalu mendadak,...tuit..tuit..tuitt...telepon pun terputus)
akyu: halo,..halo,..hola..hola,..(dasar gwnya aja yang goblog dah jelas terputus masih coba-coba,. ;P )

Kemudian aku segera membuka akaun fb-ku dan melihat friend request darinya. Ketika aku membuka profile-nya terlihat info lengkapnya,.. Medriati Kipke..location: Hamburg, Germany. Jadi,...maksudnya Hamburg? Bukannya Lombok? Oh..Oh..Oh inge,..why do you still dodol,..there's no LOMBOK,..It's HAMBURG!,..LISTEN CAREFULLY: HAMBURG! OKAY?!
Huuuaahahhahaa.....masih belom berubah juga, injeee..injeeee,...

Thursday, January 14, 2010

anak sekecil itu

Beberapa minggu yang lalu aku mengantar adikku ke toko buku buku khusus didaerah pramuka. Perjalanan ke Jakarta menjadi agak langka bagiku karena daerah Tangerang sendiri sudah maju dengan pesat sehingga apa pun yang kita butuhkan semuanya sudah tersedia. Jadi aku hanya akan ke Jakarta jika ada keperluan yang benar-benar mendesak. Seperti perjalanan kali menuju toko buku Sagung Seto. Hari itu cuaca agak jelek karena berubah-ubah dengan ekstrim. Ketika aku berangkat dari Tangerang hujan turun dengan sangat derasnya, tapi mendadak menjadi panas terik ketika kami sampai ke daerah Tomang. Hingga akhirnya aku terjebak ditengah kemacetan di perempatan lampu merah Harmoni. Antrian begitu panjang. Butuh lebih kurang 4 sampai 5 kali pergantian lampu kiranya untuk sampai pada barisan terdepan. Dan seperti kebiasaanku sebelumnya aku menikmati pemandangan apapun yang ada disekelilingku.

Seperti layaknya pemandangan di sekitaran lampu merah tidak jauh-jauh dari pengamen, pengemis,dan pedagang asongan. Sambil mulutku menggerutu menyesali keadaan perekonomian indonesia yang semakin memburuk, mulai dari kalimat seperti "omong kosong angka kemiskinan menurun, mereka nggak liat apa semakin hari semakin banyak orang miskin dinegeri ini" dan kemudian kalimat klise seperti,"lebih baik jangan pernah memberi uang kepada mereka, karena itu malah membuat mereka semakin malas" disusul dengan rentetan kata-kata "kemana sih orang tuanya kok anak-anak bukannya sekolah malah berkeliaran di jalan-jalan" Dan seperti biasalah, aku ber "hah-huh" mengomel tanpa juntrungan. Mulutku tiba tiba terkunci ketika dari kejauhan aku melihat seorang anak perempuan kecil berumur kira-kira 8 tahun, seumuran dengan anak bungsuku, tapi dia berperawakan lebih kecil, sedang menggendong seorang bayi perempuan berumur kira-kira 8 bulan. Pandanganku tak lepas melihat kegiatan yang sedang dilakukannya. Mulai dari memperbaiki ikatan gendongan,.. menyeka keringat si bayi,..merapikan dompet lusuh yang kemudian dikalungkannya ke pergelangan tangan sang bayi. Semua dilakukannya dengan cermat dan hati-hati. Dan perlahan, dari kejauhan aku bisa melihat dia mulai mendatangi mobil satu persatu. Hatiku terasa perih, sangat perih. Tidak ada lagi arogansi dan kekerasan hati seperti kalimat-kalimat yang aku ucapkan sebelumnya. Ketika mereka berjalan semakin mendekat kearahku aku bisa melihat dengan lebih jelas lagi. Aku melihat nanar ke wajah mereka, wajah tanpa dosa. Melihat sang bayi yang bersandar ke dadanya, hatiku terasa semakin di cabik-cabik. Dan ketika mereka berada tepat disamping jendelaku, aku tidak mampu lagi menahan airmataku yang meluncur dengan derasnya.

Wajah polos itu,...Ya Tuhanku,..Aku tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Adikku menyorongkan sehelai tissue kepadaku dan mengulurkan beberapa lembar uang ribuan kearah bocah-bocah itu. Kerongkonganku terasa sangat sakit, terasa seperti dicekik. Aku sedih, aku marah, aku kecewa. Aku sedih melihat melihat wajah anak-anak itu. Aku marah pada orang tua yang telah melahirkan mereka tapi kemudian membuat mereka menjadi seperti itu, dan aku kecewa kepada negara yang tidak bisa memberikan perlidungan bagi rakyatnya. Kemiskinan ini benar-benar menghancurkan hingga ke cikal bakal penerus bangsa ini. Oh negeriku Indonesia,...

Friday, January 1, 2010

happy new year all

Sempat terkaget-kaget juga dengan antusias penduduk indonesia pada setiap perayaan malam tahun baru yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya antusias tapi juga semakin konsumtif. Seperti biasa aku yang senang dengan kontradiksi, memilih untuk berdiam dirumah. Sementara suamiku memilih untuk pergi jalan-jalan dengan sahabatnya. Memutuskan untuk tidur mulai pukul 10 untuk terjaga lagi sesaat sebelum jam pergantian tahun berdentang, menikmati pesta kembang api dari balkon persembahan dari mal dekat rumah, dan berteriak kegirangan bersama anak-anak tercinta dan suami tersayang,..happy new year all,..

mohon untuk tidak protes ya,..foto kembang api yang blur ini karena males nyiapin tripod (ngeles ajah,..kikikikik... )


hikmah dari kemalasan memakai tripod adalah hasil foto yang aneh dan langka seperti ini (ngeles lagiiih,..kikikikik....)


bahkan sahabat keluarga kami meluangkan waktu khusus untuk datang ke Indonesia,..hanya untuk merayakan malam tahun baru bersama,.. thank you matsuoka san

Tuesday, December 22, 2009

happy mother's day

hmmm,..terima kejutan chdari anak-anak dan auntie-nya,... thanks girls..


The kids said, "We love you mommy,...thanks for being a great mom ever and forever"

The beautiful mama with her beautiful daughters,.. cling.. ;)

Wednesday, December 9, 2009

setengah hari di bandung

Sungguh tidak adil jika aku selalu mengeluhkan tentang susahnya menjadi wiraswasta. Mengapa tidak sekali-kali aku bercerita tentang indahnya menjadi wiraswasta. Jangan berpandangan negatif dulu dengan menganggap aku hanya memanas-manasi saja. Tapi berfikiranlah positif dengan bercita-cita bahwa suatu hari nanti anda pasti juga akan menjadi seorang wiraswasta. Kalau kalimat wiraswasta terasa kurang menggigit, ubahlah menjadi pengusaha, bahkan jika ingin lebih keren lagi, silahkan mengubahnya menjadi enterpreneur. Tertarik? Mudah-mudahan anda akan tertarik setelah membaca tulisanku ini,..(hwuuuuuuuuu,...penonton sebal dan mulai melempari dengan batu ;P, hahahhaha..)

Begini,
Aku akan berbagi sedikit saja dulu. Hm,..mungkin jalan-jalan ke Bandung tanpa perencanaan bisa menjadi salah satunya. Seperti siang ini, tiba-tiba suamiku mengontakku dan mengatakan bahwa dia harus segera berangkat ke Bandung karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikannya disana. Dan dia menanyakan kesediaanku untuk menjadi teman diperjalanan. Oho,..meskipun komputerku baru saja dinyalakan, dan bantalan kursi yang aku duduki belum menghangat, aku tidak perduli.Dalam hitungan menit, aku sudah siap berangkat.Sungguh tawaran yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Ingin melihat lebih jelas dimana keistimewaannya? Aku akan membuatnya lebih jelas. Yang pertama, suami mana yang bisa sesering itu menculik istrinya dan membawa serta dalam urusan kerja. Kedua, siapa yang bisa meninggalkan jam kantor tanpa perlu meminta izin pada siapapun. Ketiga, tidak peduli pukul berapa dan kantor sedang sesibuk apa, aku bisa pergi kapanpun aku mau. Aku sungguh berharap ada orang yang akan iri, kesal, dendam dan bersumpah bahwa dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya dia akan segera menjadi pengusaha.Ya,..semakin banyak orang Indonesia yang menjadi pengusaha akan semakin bagus. Karena persentase orang Indonesia yang menjadi pengusaha hanya nol koma sekian persen. Sedangkan Jepang bisa mencapai duapuluh koma sekian persen. Dan lihat sendirikan negara Jepang itu majunya seperti apa. Perbedaan Indonesia dan Jepang bagaikan langit dan bumi, dilihat dari sisi manapun.Benar tidak?

Aku akan terus meracuni fikiran kalian, saudara-saudaraku. Aku akan terus dan terus menularkan virus ini kepada orang-orang disekelilingku. Jadi waspadalah...waspadalah.
Cukup,...!Dua paragraf pembuka yang penuh dengan kalimat baku dan menyebalkan seperti diatas harus segera kita akhiri. Sekarang saatnya bersenang-senang,..Wooohoooo...

Sebelum memasuki tol aku mampir kesebuah swalayan. Beberapa botol minuman mineral dan seplastik jajanan pasar akan dibutuhkan untuk menjadi teman perjalanan. Ada bacang,lemper dan risoles. Ada kacang, coklat dan sugus. Ada aqua, pocari dan jasjus. Dan ada aku dengan sekeranjang penuh cerita yang tak ada habis-habisnya. Dan perjalanan 3 jam menjadi benar-benar tidak terasa. Sesampainya di Bandung suamiku segera bergabung dengan rombongan konvensi-nya. Sementara akuh?...Aku si istri cantik dan setia (pembaca langsung howeeek-howeeeek kepengen muntah,..hahahhaha) dipersilahkan bebas untuk melakukan kegiatan apa saja. Asalkan jangan lari-lari telanjang di jalan raya. Hahahahha,....ketawa lagi,...kalo kepingin ketawa dan silahkan muntah lagi, kalo kepengin muntah :P

Hm,..Let's see...
Dari kejauhan terlihat tulisan BTC. Instingku mengatakan kalau itu singkatan dari Bandung Trade Center. Dan dari kejauhan, digedung yang sama aku melihat logo bioskop twenty one. Oh,..sungguh menarik. Belanja dan nonton. Benar-benar kombinasi yang menarik. Suamiku yang melihat gelagat kurang enak, segera menggenggam tanganku, dan dia perlahan berbisik,"Sayangku,..hati-hati dengan kartu kredit-mu. Jangan terlalu sering digesek karena nanti magnetiknya bisa aus"..Dan sambil kuremas jemarinya aku pun berkata,"Kekasihku,.jangan khawatir, kalau belanja di trade centre biasanya harus tunai, mereka jarang mau menerima kartu,.." Dan kulihat secercah sinar dimatanya,..kulihat ada kebahagiaan disana,...STOP! Cerita lebay dan melankolis ini juga harus dihentikan segera,..tapi kejadian sesungguhnya lebih kurang seperti itulah. Suamiku terlihat begitu khawatir melepaskan istri beserta kartu kredit. Seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, wanita dan kartu kredit sungguh kombinasi yang mematikan,..hihihihihi....

Daaaannnn,..disitulah aku. Lihatlah aku yang luntang-lantung sendirian di Bandung Trade Centre pada pukul 1 siang. Menyusuri lorong demi lorong dan lantai demi lantai,dan eskalator demi eskalator. Melongok toko demi toko, memeriksa pakaian demi pakaian, dan mencoba sepatu demi sepatu. Membosankan bagiku karena tidak punya teman untuk berdiskusi. Aku tidak bisa memutuskan warna apa yang harus aku beli ataupun memutuskan model apa yang harus aku pilih. So boring. Dan akhirnya aku melangkahkan kaki ke bioskop. Lagi-lagi menjadi orang yang cukup aneh diantara gerombolan anak sekolah dan mahasiswa karena kelihatan tua sendiri, hiks,..mulai minder dengan kemudaan yang mereka miliki. Dan hingga akhirnya aku terdampar didalam studio yang agak pengap karena pendingin ruangannya terasa kurang dingin menurut ukuranku. Dan aku duduk terjepit ditengah-tengah diantara dua pasangan yang sedang berpacaran. Haiyaaaa,...Ingin pindah tapi semua kursi telah terisi penuh. Dan akhirnya sepanjang pertunjukan aku hanya bisa menggaruk-garuk kepala melihat tingkah polah mereka. Mulai dari teriakan kagum sigadis pada saat si pemeran utama muncul dan mempertontonkan keseksian otot perutnya hingga jeritan-jeritan manja si gadis pada adegan si Rain sedang mencincang-cincang tubuh lawannya. Dan aku semakin menggaruk-garuk kepala lagi ketika si jejaka mulai memeluk erat seolah-olah malaikat pelindung bagi gadisnya,..dan bahkan sesekali,.. memberikan kecupan sayang disertai ucapan menenangkan..
arghhh,..bocah-bocah,...

Keluar dari studio yang satu aku sambung dengan studio berikutnya. Yup, langsung beli 2 karcis dipertunjukan yang berbeda. Kapan lagi bisa bisa mengulang masa-masa seperti jaman kuliah dulu. Sekali ke bioskop langsung nonton 2 sampai 3 film sekaligus. hehehehe...ada yang punya kebiasaan sama denganku?..yuk kapan-kapan kita bergabung...

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul stengah delapan malam. Perutku mulai keroncongan. Beruntung acara suami berakhir pada saat yang bersamaan. Dan malam itu kami memilih PVJ (paris pan japa) sebagai tempat rehat sejenak dan menikmati makan malam disalah satu restoran. Pukul 9 malam kami melewati Cihampelas untuk belanja oleh-oleh di Karya Umbi, tapi sayang tokonya sudah tutup. Akhirnya kami membeli beberapa bungkus kripik ditoko lain. Pukul 10 malam aku dan suami meninggalkan Bandung dan mulai memasuki tol. Hanyanya dalam hitungan menit, aku pun jatuh tertidur. Apa boleh buat,..suamiku sudah begitu hapal dengan kebiasaanku ini.Dan dia sangat-sangat memaklumi. Sampai dirumah pukul 12 malam,..Setelah mandi dan bersih-bersih, pukul 1 malam kami saling mengucapkan selamat tidur. Paginya setelah shalat subuh, kami melanjutkan tidur lagi. Bangun pukul stengah sembilan. Telat ke kantor?...Tidak apa-apa,...kan kami wiraswasta. Bisa datang ke kantor jam berapa saja. Makanya,..jadilah sang wiraswasta,..Ayooo,..ayoooo,...beramai-ramai kita menjadi pengusaha,..Sebanding kok antara susahnya dan enaknya. Meskipun aku hanyalah pengusaha kelas teri, tapi aku tidak rendah diri. Malah sebaliknya, aku justru bangga,..teri kan enak dimasak apa saja, di balado enak, dipepes enak, di peyek juga enak,....lho,..lho,..lho,..kok mulai ngelantur lagi,..udah ah,..byeeee semua,..terima kasih karena sudah membaca,..