recently, aku sedang suka suka sekali dengan lagu-lagu payung teduh.
liriknya dalam dan musiknya unik. aku suka..
Thursday, October 25, 2018
Wednesday, October 24, 2018
sedikit bahagia
aku hanya ingin mengemas perjalananku sedemikian rupa.
mengulang kembali semua kenangan bahagia kala masa belia.
aku memupuk sedemikian rupa, sehingga nanti masanya tiba.
meniti hari ini dan mencoba untuk mengukir kenangan bahagia lainnya.
karena kuingin membagi bahagia kepada sesiapa, sehingga semuanya turut bisa merasa.
menyusun agenda untuk kenangan bahagia berikutnya, dimasa yang masih sekedar wacana.
masih tak ingin pupus dengan rasa, rasa bahagia, selamanya...
* some people wish to be pretty, rich and popular..... Me..?! I just want to be happy :)
mengulang kembali semua kenangan bahagia kala masa belia.
aku memupuk sedemikian rupa, sehingga nanti masanya tiba.
meniti hari ini dan mencoba untuk mengukir kenangan bahagia lainnya.
karena kuingin membagi bahagia kepada sesiapa, sehingga semuanya turut bisa merasa.
menyusun agenda untuk kenangan bahagia berikutnya, dimasa yang masih sekedar wacana.
masih tak ingin pupus dengan rasa, rasa bahagia, selamanya...
* some people wish to be pretty, rich and popular..... Me..?! I just want to be happy :)
Tuesday, October 23, 2018
ragu sapa
melihat postingan terakhir tertanggal 16 maret 2017, hati ini terasa nyeri. betapa kusia-siakan waktu dan semua potensiku. setiap hari, setiap pagi , selalu ada ide di kepala untuk berbagi cerita, tapi kemalasan jualah yang membuat semua meluruh sia-sia. bagaimana dengan janji untuk mulai menulis lagi, huhh..ingin rasanya menampar diri sendiri.
Friday, March 17, 2017
duka kala aku dan sopir satu selera
Sebenernya saya bukan orang judes. marah kalo bajunya disama-samain. tapi sesabarnya saya, tetep aja dongkol kalo bajunya samaan dan senada terus ama si pak sopir. rrhh...tidak hanya sekali ya, tapi sudah dua kali., lalu tiga kali, lalu empat kali, oh my God, mau ditaruh dimana mukak sayaa..
kali pertama pakek gamis biru kotak-kotak eehhh ladalahhhh,... doi pakek kemeja kotak-kotak biru. kali kedua pake gamis krem, ehhh...doi pake kemeja krem, kali ketiga pas pake gamis garis-garis hitam putih,...kok ndilalah dia pake kemeja garis-garis hitam putih, yang kayaknya baru dibeli, langsung ngemut bawang putih eikeh,..rrrhhh... kali keempat saya pakek gamis kotak-kotak biru merah, pas masuk ke mobil...duaarrr...doi ternyata kemejanya kotak-kotak biru merah, langsung turun dan garuk-garuk aspal.
sejak saat itu, tiap kali mau berangkat, pasti saya selalu wa dulu, tanya pake baju apa? kita ada dres code gak hari ini? gak ding, hehe,..aslinya saya memilih untuk ngintip2 dulu dari balik jendela, mengecek baju apa gerangan yang dipakainya. saya lebih memilih aksi ala spionase daripada menanyakan langsung. ngookk... dan bagaimana nasibnya dengan si gamis2 yang sempat berkhianat dengan aksi "kembar" itu? sudah berpindah tangan, begitu ketahuan "kembar"langsung dikasihkan ke orang,..gemasshhh..!!!!
kali pertama pakek gamis biru kotak-kotak eehhh ladalahhhh,... doi pakek kemeja kotak-kotak biru. kali kedua pake gamis krem, ehhh...doi pake kemeja krem, kali ketiga pas pake gamis garis-garis hitam putih,...kok ndilalah dia pake kemeja garis-garis hitam putih, yang kayaknya baru dibeli, langsung ngemut bawang putih eikeh,..rrrhhh... kali keempat saya pakek gamis kotak-kotak biru merah, pas masuk ke mobil...duaarrr...doi ternyata kemejanya kotak-kotak biru merah, langsung turun dan garuk-garuk aspal.
sejak saat itu, tiap kali mau berangkat, pasti saya selalu wa dulu, tanya pake baju apa? kita ada dres code gak hari ini? gak ding, hehe,..aslinya saya memilih untuk ngintip2 dulu dari balik jendela, mengecek baju apa gerangan yang dipakainya. saya lebih memilih aksi ala spionase daripada menanyakan langsung. ngookk... dan bagaimana nasibnya dengan si gamis2 yang sempat berkhianat dengan aksi "kembar" itu? sudah berpindah tangan, begitu ketahuan "kembar"langsung dikasihkan ke orang,..gemasshhh..!!!!
Thursday, March 16, 2017
lelaki mulia
assalamualaikum,..
sesuatu yang terasa berbeda kita aku berada diatas usia 40 tahun adalah perasaan hati. hati terasa begitu lembut begitu rapuh. sekarang jika melihat sesuatu yang menyentuh perasaan, pasti langsung berlinang air mata. melihat bapak tua terseok-seok, langsung berlinang, melihat foto anak-anak ketika kecil, berlinang, membaca cerita sedih, berlinang, nonton tv ada dialog sedih, berlinang. mendengarkan tausiah ustad di pengajian, berlinang. satu lagi yang paling fatal..liat saldo atm kosong, bukanya berlinang lagi, tapi nangis gerung-gerung, hahah..
hari ini aku kembali berlinang airmata ketika melihat ungkapan dukacita kepada seorang teman yang baru saja ditinggalkan oleh suami tercinta. teman sekolah dasar dulu, yang beberapa minggu lalu suaminya terkena musibah kecelakaan kerja, setelah beberapa minggu dirawat akhirnya hari ini menghembuskan nafas terakhirnya. aku menangis seakan turut merasakan kesedihannya.berpisah dengan belahan jiwa disaat yang tidak diduga. dengan tiga orang putri yang masih kecil-kecil aku membayangkan betapa beratnya tanggung jawab yang akan dipikul seorang diri. semoga Allah memudahkan segalanya. amin allahumma amin.
suami, laki-laki yang mendedikasikan hidupnya untuk membahagiakan kita, wanita,yang dia kenal diawal masa dewasanya, diawal jenjang karirnya. dengan penuh rasa was-was dan keberanian yang dikumpulkan dia menjemput kita, wanita, dari pelukan orang tua. dia mengambil alih tanggung jawab itu. dengan segala upayanya dia berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan kita, wanita, yang kemudian diikkuti oleh satu atau beberapa mahkluk mungil yang kemudian hadir. dia yang dengan segala kemampuannya berusaha menjemput butir-butir rezeki, melawan rasa lelah, rasa bosan, dan mungkin rasa sakit yang tidak pernah diceritakannya kepada kita.dia yang tidak mampu menceritakan kejengkelan yang dialaminya, dia yang mungkin tidak mampu menceritakan kekecewaan yang dihadapinya. dia yang terkadang gamang dengan masa depan, dengan rasa ketidak yakinan apakah dia mampu mewujudkan keinginan wanitanya. dia yang sesungguhnya terkadang lemah tetapi harus terus terlihat tegar. dia yang Allah kirimkan untuk kita, wanita. Laki-laki mulia yang yang dengan bahunya memikul semua yang diamanahkan kepadanya. dialah laki-laki belahan jiwa kita, suami kita.
sudah sewajarnya jika Allah menempatkan dia pada posisi yang sangat istimewa, imam kita, para wanita. sesungguhnya surga seorang istri ada pada suaminya. ketika seorang wanita mengharapkan surga Allah maka ia hendaknya taat kepada suaminya. ternyata surga itu begitu dekat, ada didalam rumahku, ditelapak kaki suamiku...
".....WHEN A HUSBAND AND WIFE LOOK AT EACH OTHER WITH LOVE, ALLAH LOOK AT THEM WITH MERCY...."
sesuatu yang terasa berbeda kita aku berada diatas usia 40 tahun adalah perasaan hati. hati terasa begitu lembut begitu rapuh. sekarang jika melihat sesuatu yang menyentuh perasaan, pasti langsung berlinang air mata. melihat bapak tua terseok-seok, langsung berlinang, melihat foto anak-anak ketika kecil, berlinang, membaca cerita sedih, berlinang, nonton tv ada dialog sedih, berlinang. mendengarkan tausiah ustad di pengajian, berlinang. satu lagi yang paling fatal..liat saldo atm kosong, bukanya berlinang lagi, tapi nangis gerung-gerung, hahah..
hari ini aku kembali berlinang airmata ketika melihat ungkapan dukacita kepada seorang teman yang baru saja ditinggalkan oleh suami tercinta. teman sekolah dasar dulu, yang beberapa minggu lalu suaminya terkena musibah kecelakaan kerja, setelah beberapa minggu dirawat akhirnya hari ini menghembuskan nafas terakhirnya. aku menangis seakan turut merasakan kesedihannya.berpisah dengan belahan jiwa disaat yang tidak diduga. dengan tiga orang putri yang masih kecil-kecil aku membayangkan betapa beratnya tanggung jawab yang akan dipikul seorang diri. semoga Allah memudahkan segalanya. amin allahumma amin.
suami, laki-laki yang mendedikasikan hidupnya untuk membahagiakan kita, wanita,yang dia kenal diawal masa dewasanya, diawal jenjang karirnya. dengan penuh rasa was-was dan keberanian yang dikumpulkan dia menjemput kita, wanita, dari pelukan orang tua. dia mengambil alih tanggung jawab itu. dengan segala upayanya dia berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan kita, wanita, yang kemudian diikkuti oleh satu atau beberapa mahkluk mungil yang kemudian hadir. dia yang dengan segala kemampuannya berusaha menjemput butir-butir rezeki, melawan rasa lelah, rasa bosan, dan mungkin rasa sakit yang tidak pernah diceritakannya kepada kita.dia yang tidak mampu menceritakan kejengkelan yang dialaminya, dia yang mungkin tidak mampu menceritakan kekecewaan yang dihadapinya. dia yang terkadang gamang dengan masa depan, dengan rasa ketidak yakinan apakah dia mampu mewujudkan keinginan wanitanya. dia yang sesungguhnya terkadang lemah tetapi harus terus terlihat tegar. dia yang Allah kirimkan untuk kita, wanita. Laki-laki mulia yang yang dengan bahunya memikul semua yang diamanahkan kepadanya. dialah laki-laki belahan jiwa kita, suami kita.
sudah sewajarnya jika Allah menempatkan dia pada posisi yang sangat istimewa, imam kita, para wanita. sesungguhnya surga seorang istri ada pada suaminya. ketika seorang wanita mengharapkan surga Allah maka ia hendaknya taat kepada suaminya. ternyata surga itu begitu dekat, ada didalam rumahku, ditelapak kaki suamiku...
".....WHEN A HUSBAND AND WIFE LOOK AT EACH OTHER WITH LOVE, ALLAH LOOK AT THEM WITH MERCY...."
Monday, March 13, 2017
am back
assalamualaikum people,
masya Allah, berapa lama aku hiatus, berapa lama aku cerai dengan blog ini, ternyataaaa...lama sekali saudara-saudara. Ijinkan aku kembali, ijinkan aku rujuk, please..please...
Posting terakhir tertanggal 4 mei 2015 and now 13 maret 2017. Ternyata benar lama sekali, 2 tahun. Ya ampuunn. Janji, mulai sekarang aku akan mencoba untuk aktif lagi. Mengerikan ternyata berhenti menulis itu ya. Pertama2 yang pasti jari2 kaku karena tidak pernah mengetik paragraf demi paragraf. Kedua, kalimat gagap, tergagap-gagap tepatnya. Ketiga, otak beku, menjadi susah dapat ide menulis dan menuangkan tulisan itu sendiri. Keempat, merasa bodoh, bodoh karena menyiakan kesempatan. Dah, segitu aja. Kalo kepengen kelima dan keenam silahkan karang sendiri ya. Yang pasti, mulai sekarang janji mau nulis lagi, secara aku sekarang sudah pensiun, sudah jadi ibu rumah tangga sejati, jadi mestinya punya banyak waktu luang dan punya banyak hal yang akan diceritakan. Doakan aku ya teman-teman, supaya tetap istiqomah dengan janji menulisnya, amin yra..
see you on next post yaaa...
masya Allah, berapa lama aku hiatus, berapa lama aku cerai dengan blog ini, ternyataaaa...lama sekali saudara-saudara. Ijinkan aku kembali, ijinkan aku rujuk, please..please...
Posting terakhir tertanggal 4 mei 2015 and now 13 maret 2017. Ternyata benar lama sekali, 2 tahun. Ya ampuunn. Janji, mulai sekarang aku akan mencoba untuk aktif lagi. Mengerikan ternyata berhenti menulis itu ya. Pertama2 yang pasti jari2 kaku karena tidak pernah mengetik paragraf demi paragraf. Kedua, kalimat gagap, tergagap-gagap tepatnya. Ketiga, otak beku, menjadi susah dapat ide menulis dan menuangkan tulisan itu sendiri. Keempat, merasa bodoh, bodoh karena menyiakan kesempatan. Dah, segitu aja. Kalo kepengen kelima dan keenam silahkan karang sendiri ya. Yang pasti, mulai sekarang janji mau nulis lagi, secara aku sekarang sudah pensiun, sudah jadi ibu rumah tangga sejati, jadi mestinya punya banyak waktu luang dan punya banyak hal yang akan diceritakan. Doakan aku ya teman-teman, supaya tetap istiqomah dengan janji menulisnya, amin yra..
see you on next post yaaa...
Monday, May 4, 2015
random act no.1
Assalamualaikum, sahabat..
Begitu cepatnya waktu berlalu. Setelah seminggu yang lalu hatiku terharu biru dengan musibah yang menimpa Nepal, hari ini aku aku memulai lagi minggu yang baru. Haa? ..Kenapa? ..Aku lebay ya, kelihatan sok sibuk dan sok peduli dengan gempa di Nepal? Begitukah? Oke,..ijinkan aku menjelaskan sedikit tentang hal itu. Berawal dari trip ke Nepal setahun yang lalu, aku sekeluarga menghabiskan 12 hari di Nepal, Pokhara dan Kathmandu tepatnya. Terus terang ini perjalanan dengan sedikit misi. Misinya adalah, ingin menatap pegunungan Everest secara langsung. Keinginan yang telah terpendam sejak lama. Dan ternyata tidak hanya Everest yang menarik. Kathmandhu adalah kota yang eksotis. Begitu juga Pokhara. Dan lebih dari sekedar perjalanan itu, aku menjalin persahabatan dengan penduduk disana. Diantaranya adalah Ganesh, yang menjadi sopir kami selama di Kathmandu, dan Shasa yang menjadi tour guide kami selama di Pokhara. Mereka begitu mewakili karakter masyarakat Nepal yang penuh kebaikan dan ketulusan. Tentu saja gempa besar kemaren mengingatkan kami kepada orang-orang yang kami kenal, yang sudah kami angggap seperti saudara sendiri. Bagaimana dengan nasib mereka, dan anggota keluarga mereka. Sungguh sedih membayangkan apa yang terjadi disana. Begitu juga dengan Kathmandhu dan Pokhara, yang begitu berkesan bagi kami, sehingga kami telah berencana untuk kembali lagi kesana. Tapi semua tidak sama dan tidak akan pernah sama. Hanya doa yang bisa aku panjatkan, semoga Ganesh dan Shasa beserta keluarga selamat dan tabah menghadapi semua ini. amin yra..
Kembali ke hari senin ini, apa kabar sahabatku? Hari senin pasti punya segudang kegiatan yang harus dilakukan ya. Sama dong. Aku juga. Apalagi awal bulan begini, beghhh..
Ada sedikit cerita nih, hari ini aku sengaja ke pasar lama di tangerang untuk membeli makan siang. Makan siang sendirian itu nggak enak, makanya aku sering bertualang mencari makan siang. Halagh, makan siang aja pake istilah bertualang, hihihihiiii..Ya iya dong bertualang, kan perginya ketempat yang jauh dari rumah, terus mencoba menu baru, di warteg yang juga baru, semuanya kan penuh mara bahaya, iya donggg,.. diperjalanan rentan diserempet motor, menu baru rentan rasa yang nggak enak, warteg baru rentan kena kepruk harga, belum lagi resiko keracunan makanan secara perut yang sangat sensitif,dan lain lain dan lain lain. Pokoknya, yaaa gitu deeehh..
Ceritanya hari ini saya beli ketoprak di deretan abang2 di pasar lama. Biasalah ya yang namanya makan di pinggir jalan gitu, ada banyak pengamen, banyak pengemis, banyak copet jugaa. Saya berdiri disamping si abang yang sedang menggiling bumbu ketoprak, sambil berbisik, "bang, pesen ketoprak, bungkus, satu, nggak pedes" Siabang terlihat agak kaget, sambil membatin, kenapa ni orang bisik-bisik ya, jangan-jangan dia intel.. Kasian lihat si abang yang grogi, langsung aku bisikin lagi, "udah bang, jangan takut, saya bukan intel" Siabang terlonjak, kelihatan makin kaget, dan dia membatin lagi, seeett dahh, kenapa ni orang tau ya, kalo gw ngirain dia intel, jangan-jangan dukun nih.. Kali ini aku towel siabang, (eehh,..kenapa aku genit pake towel-towel ya?! hmmm) "pstt..bang, saya memang dukun, jangan ngebatinin saya lho bang, nanti kuwalat. Siabang paniknya makin menjadi-jadi,...
Mbwwahhauaaahahahhaha....Nggak...Nggakk..Ngggaakk. Udah, udah, yang bener adalah aku sebutin pesenanku dan siabang cuma mengangguk. Segitu aja. Tentang interaksi bisik2 dan mbatin2 antara aku dan siabang hanya ada dalam imajinasiku saja,..maahhhaapp.. :D
Jadilah aku berdiri disamping si abang sambil memperhatikan gerak geriknya meracik pesanan ketoprak para pembeli. Sembari bengong samar-samar aku mendengar suara yang memanggilkku, "bu, duduk disini bu,.." seorang anak muda menggeser duduknya di bangku kayu, menyisakan tempat buatku. Tiba-tiba air mataku menggenang, bukan, bukan terharu karena ditawari tempat duduk oleh seorang anak muda gagah, melainkan karena teriris, aku sekarang sudah dipanggil ibuuu, bukan mbak lagiii,..huhuhuhuuuu...i'm definietly ibu-ibu,...huaaaaa...periihhh... Stop, cukup, terima takdir.
Begitu cepatnya waktu berlalu. Setelah seminggu yang lalu hatiku terharu biru dengan musibah yang menimpa Nepal, hari ini aku aku memulai lagi minggu yang baru. Haa? ..Kenapa? ..Aku lebay ya, kelihatan sok sibuk dan sok peduli dengan gempa di Nepal? Begitukah? Oke,..ijinkan aku menjelaskan sedikit tentang hal itu. Berawal dari trip ke Nepal setahun yang lalu, aku sekeluarga menghabiskan 12 hari di Nepal, Pokhara dan Kathmandu tepatnya. Terus terang ini perjalanan dengan sedikit misi. Misinya adalah, ingin menatap pegunungan Everest secara langsung. Keinginan yang telah terpendam sejak lama. Dan ternyata tidak hanya Everest yang menarik. Kathmandhu adalah kota yang eksotis. Begitu juga Pokhara. Dan lebih dari sekedar perjalanan itu, aku menjalin persahabatan dengan penduduk disana. Diantaranya adalah Ganesh, yang menjadi sopir kami selama di Kathmandu, dan Shasa yang menjadi tour guide kami selama di Pokhara. Mereka begitu mewakili karakter masyarakat Nepal yang penuh kebaikan dan ketulusan. Tentu saja gempa besar kemaren mengingatkan kami kepada orang-orang yang kami kenal, yang sudah kami angggap seperti saudara sendiri. Bagaimana dengan nasib mereka, dan anggota keluarga mereka. Sungguh sedih membayangkan apa yang terjadi disana. Begitu juga dengan Kathmandhu dan Pokhara, yang begitu berkesan bagi kami, sehingga kami telah berencana untuk kembali lagi kesana. Tapi semua tidak sama dan tidak akan pernah sama. Hanya doa yang bisa aku panjatkan, semoga Ganesh dan Shasa beserta keluarga selamat dan tabah menghadapi semua ini. amin yra..
Kembali ke hari senin ini, apa kabar sahabatku? Hari senin pasti punya segudang kegiatan yang harus dilakukan ya. Sama dong. Aku juga. Apalagi awal bulan begini, beghhh..
Ada sedikit cerita nih, hari ini aku sengaja ke pasar lama di tangerang untuk membeli makan siang. Makan siang sendirian itu nggak enak, makanya aku sering bertualang mencari makan siang. Halagh, makan siang aja pake istilah bertualang, hihihihiiii..Ya iya dong bertualang, kan perginya ketempat yang jauh dari rumah, terus mencoba menu baru, di warteg yang juga baru, semuanya kan penuh mara bahaya, iya donggg,.. diperjalanan rentan diserempet motor, menu baru rentan rasa yang nggak enak, warteg baru rentan kena kepruk harga, belum lagi resiko keracunan makanan secara perut yang sangat sensitif,dan lain lain dan lain lain. Pokoknya, yaaa gitu deeehh..
Ceritanya hari ini saya beli ketoprak di deretan abang2 di pasar lama. Biasalah ya yang namanya makan di pinggir jalan gitu, ada banyak pengamen, banyak pengemis, banyak copet jugaa. Saya berdiri disamping si abang yang sedang menggiling bumbu ketoprak, sambil berbisik, "bang, pesen ketoprak, bungkus, satu, nggak pedes" Siabang terlihat agak kaget, sambil membatin, kenapa ni orang bisik-bisik ya, jangan-jangan dia intel.. Kasian lihat si abang yang grogi, langsung aku bisikin lagi, "udah bang, jangan takut, saya bukan intel" Siabang terlonjak, kelihatan makin kaget, dan dia membatin lagi, seeett dahh, kenapa ni orang tau ya, kalo gw ngirain dia intel, jangan-jangan dukun nih.. Kali ini aku towel siabang, (eehh,..kenapa aku genit pake towel-towel ya?! hmmm) "pstt..bang, saya memang dukun, jangan ngebatinin saya lho bang, nanti kuwalat. Siabang paniknya makin menjadi-jadi,...
Mbwwahhauaaahahahhaha....Nggak...Nggakk..Ngggaakk. Udah, udah, yang bener adalah aku sebutin pesenanku dan siabang cuma mengangguk. Segitu aja. Tentang interaksi bisik2 dan mbatin2 antara aku dan siabang hanya ada dalam imajinasiku saja,..maahhhaapp.. :D
Jadilah aku berdiri disamping si abang sambil memperhatikan gerak geriknya meracik pesanan ketoprak para pembeli. Sembari bengong samar-samar aku mendengar suara yang memanggilkku, "bu, duduk disini bu,.." seorang anak muda menggeser duduknya di bangku kayu, menyisakan tempat buatku. Tiba-tiba air mataku menggenang, bukan, bukan terharu karena ditawari tempat duduk oleh seorang anak muda gagah, melainkan karena teriris, aku sekarang sudah dipanggil ibuuu, bukan mbak lagiii,..huhuhuhuuuu...i'm definietly ibu-ibu,...huaaaaa...periihhh... Stop, cukup, terima takdir.
Subscribe to:
Posts (Atom)