Monday, March 11, 2013

solo februari


kepengen ngajak ortu jalan2 tapi kemana? seperti biasanya, tempat yang selalu dirindukan solo. kali ini kita wiskul ke Solo aja ya eyang..

Kali ngubek-ngubek pasar barang antik di pasar Triwindu. Niatnyasih cuma liat-liat, tapi memang haram hukumnya liat-liat itu, toh pada akhirnya akan ada (minimal) satu barang yang dibeli.
Piagam batu di pasar Triwindu, ditetapkan oleh walikota surakarta Joko Widodo

Selasar lobby depan pasar Triwindu yang luas dan nyaman
Cuma siAde yang mau ikut ngubek-ngubek, siKaka gak bisa karena alergi, cian kakak
Sibuk browsing di internet, cari gambar dan membanding-bandingkan harga sebuah barang yang ditaksir, dannn....

Taaadaaaaaaa, akhirnya beli ini deh, jam tangan Franck Muller dengan harga yang, ehmm, you won't believe it :p

Saturday, January 12, 2013

Happy birthday, hubby..

Kasi hadiah ulang tahun untuk si bos, pas banget disebut-sebut kepengen ke Philipina, pas banget ada promo penerbangan baru dari Cebu Pacifik Air

Here you are boss, hadiah ulang tahunnya,..Happy Birthday, hubby.. :*





see, Jakarta-Manila-Jakarta only USD 747.64 atau kalau dirupiahkan hanya IDR 7,663,459.53
Haaahahahaa,...Aku senaaangggg sekaliiii,...

Sunday, December 16, 2012

Gnr

it's just AWESOME..!










Saturday, December 15, 2012

Post pone

Mau marah, tapi ama siapa, huh..!


Saturday, November 10, 2012

Bali

sweet escape at Grand Hyatt Nusa Dua Bali







Monday, October 29, 2012

Masih tentang mangga


Senin pagi, minggu terakhir oktober. Rutinitas pagi di rumah telah beres. Saatnya berangkat ke kantor. Dalam perjalanan menuju kantor aku melihat sekilas di tepi jalan, siBapak sol sepatu sedang menerima dua buah mangga, dari tukang mangga yang berdagang keliling dengan menggunakan becak.  Aku melihat siBapak sol sepatu menolak dengan mendorong halus buah mangga yang akan diserahkan oleh si tukang mangga. Terlihat dia sungkan dan malu menerima pemberian itu. Tapi aku melihat lagi si tukang mangga memaksa siBapak sol sepatu untuk menerimanya,.. keduanya tersenyum, mencoba saling memahami dan menyelami perasaan masing-masing. Hingga akhirnya siBapak sol sepatu menerima dengan raut penuh terimakasih. Aku tidak bisa mendengar percakapan mereka tapi aku yakin jika siBapak sol sepatu sangat-sangat berterima kasih, dan si tukang mangga bahagia luar biasa karena bisa memberikan sesuatu yang berarti.  Kejadian singkat, mungkin aku hanya menyaksikannya dalam hitungan detik, tapi air matakku mengambang. Aku terharu. Orang kecil begitu tulus, sederhana, dan tidak mengada-ada. Mendadak aku teringat kejadian pada perayaan hari raya kurban yang baru saja berlangsung kemarin. Ketika seorang Bapak berpredikat haji, dan mengaku sebagai pemilik pondok pesantren, datang dengan wajah penuh amarah. Dia datang dengan diikuti oleh beberapa pemuda dewasa tanggung.  Si bapak (konon) haji  ini tidak hanya datang dengan wajah penuh amarah, tapi juga berteriak-teriak seperti orang kesurupan, menuntut jatah daging kurban dan uang. Semua yang menyaksikan terkesiap. Dan hanya bisa beristighfar. Ketika beberapa pengurus masjid mencoba menenangkan, beliau malah semakin emosional. Menurutnya dia berhak atas jatah daging lebih banyak lagi, karena  jumlah yang telah diberikan sebelumnya kepada santrinya, tidak cukup. Bahkan dia menuntut uang atas bantuan yang telah diberikan santrinya dalam proses penyembelihan. Entah dia yang kurang memahami situasi ataukah tidak ada koordinasi, tapi yang jelas upah yang menjadi hak si santri telah dibayarkan kepada yang bersangkutan. Sedih rasanya melihat seorang yang mestinya menjadi contoh teladan bertingkah laku seperti itu. Apalagi melihat santri-santri muda yang ikut datang menemaninya. Seperti itukah contoh nyatanya? Tindak-tanduk serakah,kasar, menggertak, seperti itukah yang akan ditiru oleh para santrinya? Jika ya, akan sungguh menyedihkan.
Kemaren aku menyaksikan langsung keserakahan orang yang dipandang terhormat, dan aku yakin cukup berada, tidak kekurangan secara materi. Tapi hari ini aku menyaksikan langsung kedermawanan orang yang bukan dianggap siapa-siapa, hidup pas-pasan bahkan mungkin sekali dua mengalami kekurangan. Begitu banyak pelajaran hidup dihadapan kita. Jika kita jeli dan mau sedikit berfikir menggunakan akal yang dikaruniakan kepada kita, insya allah kita akan selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Hari ini dalam perjalanan pendek menuju kantor aku memetik hikmah, dan lirih aku berdo’a: Ya Allah, jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur, tidak serakah, dan bisa berarti bagi orang_orang disekelilingku, amin yra.

Tuesday, October 23, 2012

Ada gamis dibalik pintu


Sering ditanya, kapan akan berhijab? Aku selalu menjawab, soon my dear, coming soon.. Jadi sebagai latihan sering aku sesekali mengenakan pakaian gamis dirumah.  Tapi yang jadi masalah adalah entah sudah berapa gamis rusak alias sobek  tidak karuan gara-gara kesembronoanku.
Seperti yang terjadi sore ini, aku telihat cantik dengan gamis berwarna ungu dan berbahan lembut.  (Hoooeekkk… muntah paku..!)  Aku duduk dengan anggun, menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Yang tidak diinginkan itu maksudnya adalah tidak ingin gamis ini robek lagi mengikuti jejak temannya yang sudah-sudah.  Jadi aku cukup hati-hati dalam bergerak….hingggaaaa,…
Dari kejauhan aku melihat salah seorang karyawanku datang sambil mengendarai mobil. Kebetulan aku ingin menanyakan tentang tenggat waktu pembayaran pajak kendaraan yang sedang dikendarainya itu. Aku bergegas membuka pintu dan berteriak memanggil namanya. Tapi tampaknya karena suara mesin menyaingi suaraku, dia jadi tidak mendengar panggilanku. Ketika aku ingin keluar ternyata pintu terhalang oleh salah satu mobilku. Aku menutup pintu dan bergegas  untuk menuju pintu samping. Harus cepat-cepat sebelum dia memacu kendaraannya dan pergi. Tepat pada saat aku melangkah aku merasa ada sesuatu yang menarikku kebelakang. Aku memaksa melangkah dan menarik badanku lebih keras lagi,..tapi tetap tidak bisa. Aku berpaling dengan kesal  dannn,…tadaaaaa…..separuh dari bajuku telah terjepit oleh daun pintu. Yuuupp,.. aku mengunci pintu dengan separuh bajuku tertinggal didalamya,.. anak-anakku terbahak-bahak…. How silly you are, mommy… kata mereka sambil tertawa hingga terguling-guling,… yesss,.. I still a “slordeh” mom> inge the slordeh mom :)