Sunday, July 27, 2008

Cipete Vaganza 2008

Hari minggu ini akhir bulan. Tanggal tua juga. Tapi kok rasanya pengen jalan-jalan ya? Cari-cari tempat jalan yang murah meriah kira-kira kemana ya? Klik (menjentikkan ibu jari...) Mendingan jajan yang nggak karuan di festival budaya betawi. Pasti disana tersedia berbagai macam jajanan. Pengen ikut? Hayuuuk...

Setelah keluar dari tol pondok indah kami sempat nyasar dulu ke daerah fatmawati. Karena ini jalan-jalan iseng jadi nggak ada target. Kalau tidak ketemu palingan pulang lagi kerumah. Hehehe,...Setelah berbalik arah nggak taunya malah kelihatan spanduknya.


Aha,...ada Mr and Mrs Smiths eh,...salah, Mr and Mrs Ondel-Ondel. Pose dikit ah,...


Acaranya diselenggarakan sejak tanggal 26 juli hingga 27 juli. Hari ini merupakan hari terakhir dan kami termasuk telat datang karena panggung yang biasanya menampilkan gambang kromong, tanjidor dan tarian betawi secara live, sudah dibongkar. Yah,..sayang ya...kita nggak kebagian nonton. Karena kecewa akhirnya kita nonton kuda-kuda yang lewat. Dan kuda-kuda itu pun merasa serasa menemukan saudaranya ketika melihat kami yang duduk sambil nyengir kuda. Kikikikikik......


Karena ide hari ini adalah jajan-jajan maka tentengannya semua makanan. Sasaran pertama tentunya jajanan khas betawi. Ni dia nih,...Makanan kesukaan suami; KERAK TELOR ! Memang makanan yang satu ini aku tidak bisa membuatnya. Jadi daripada dipaksa untuk mbikin mendingan beli aja dah...



Kalau yang ini uli bakar. Rasanya enak kalau dimakan pas lagi panas-panas. Tambah segelas kopi tubruk, amboi.....lezat nian.


Bagi yang kepengen tapi kemaren tidak bisa beli,..nih,...aku cantumkan no telpon si abang nya. Kali-kali aja dia bisa delivery. Hahaha,...pizza hut, kaleee...


Cuma itu yang difoto. Lainnya nggak usahlah, karena jajannya bener-bener ugal-ugalan. Beli panada, beli dawet, beli krupuk cabe, beli pepes peda, beli pepes oncom, beli,...ah...pokoknya juajuan terus. Sedikitpun nggak tertarik ama yang namanya beli baju, sepatu, aksesoris atau pernak-pernik rumah lainnya. Hidup jajan!

Friday, July 25, 2008

titi dj alias,... hati-hati di jalan

Ini kejadian sudah cukup lama. Kira-kira setengah tahun yang lalu. Tapi ketika membaca sebuah ulasan yang membahas tentang tindakan kriminal dijalan oleh sebuah free magazine aku langsung flash back,..zet..zet...

Siang yang terik itu seperti biasanya aku menjemput si bungsu dari sekolah. Karena si Kakak ada kegiatan ekskul di sekolah maka hari itu hanya ada aku dan si Dedek. Sambil menyanyikan lagu Love Today dari Mika aku pun menyetir dengan santainya. Selang beberapa saat sebuah sepeda motor menyalipku dan orang yang duduk di boncengannya menunjuk-nunjuk kearah ban belakangku. Tapi bukannya berhenti aku malah menambah kecepatan mobilku. Aku curiga jangan-jangan ada orang yang bermaksud jahat. Dan tidak sedikitpun aku memperlihatkan tanda-tanda akan berhenti. Tapi tidak lama setelah aku sampai di sebuah perapatan yang agak ramai, aku pun meminggirkan kendaraan. Aku menuju ke ban belakang,..dan oh,..Gosh...ban mobil itu sudah hampir hancur karena tergilas oleh pelek dan samar-samar mengeluarkan suara mendesis menandakan masih banyak angin yang keluar. Alangkah konyolnya. Aku sempat menyesal mengapa tidak mendengar pemberitahuan dari orang yang naik motor tadi. Dalam hati aku juga sempat menyatakan penyesalan karena telah berburuk sangka terhadap orang yang bermaksud menolongku.

Bingung juga mesti melakukan apa. Tiba-tiba aku ingat ada emergency pump (yang bisa di colokkan di lighter) di bagasi belakang. Setelah menelfon suami untuk bala bantuan (kebetulan hari itu dia telat berangkat ke kantor karena sesuatu hal) aku mulai mencoba-coba memecahkan masalah. Ban itu benar-benar kelihatan babak belur. Ada bekas sobekan berbentuk V sepanjang 3cm yang masih mengeluarkan angin. Ini sia-sia. Semakin aku pompa semakin kencang angin yang keluar dari lubang itu. Dengan semangat Mac Gyver yang tak pernah padam aku tiba-tiba mendapat ide untuk menambalnya dengan permen karet. Kebetulan ada warung kecil yang kebetulan juga menjual permen karet. Cepat-cepat aku kunyah 5 lembar permen karet yang tipis itu dan begitu rasa manisnya hilang aku segera mengambilnya dari mulut dan menyumpalkannya kedalam lubang yang masih mengeluarkan angin itu. Tapi apa yang kemudian terjadi?...Oh My God. Gumpalan permen karet itu perlahan-lahan berubah bentuk menjadi sebuah balon yang semakin lama semakin besar. Anakku yang tadinya takjub dan terpesona melihat keahlian ibunya akhirnya tertawa terbahak-bahak. Aku pun ikut tertawa tak henti-henti melihat fenomena alam yang aneh itu. Akan lebih seru lagi jika ada suling atau pianika. Tinggal di coblosin, pencet sana sini, bisa mainin lagi Ibu kita Kartini deh,..Huahahaha....dasar emak-emak dodol..!

Putus asa (sedikit kok,...)aku memilih untuk menunggu kedatangan suamiku. Syukurlah tidak lama kemudian artis yang ditunggu-tunggu itu nongol juga. Lalu dengan mengabaikan intonasi, tanda baca dan titik-koma aku menceritakan kejadiannya. Bla..bla..bla...gitu lo,..kejadiannya.
Agung : Makanya kalo bawa mobil jangan asal gas aja...
Inge : Tapi tadi waktu disekolahan rasanya nggak ada apa-apa kok. Kalaupun iya pasti pak satpam udah ngasih tau...
Agung : Tapi ini masak bannya sobek lagi sih? Dua bulan yang lalu juga dah beli ban baru karena sobek dan nggak bisa ditambal. Lah,..sekarang kejadian lagi?..
Inge : Ya nggak tau,...mungkin bannya palsu kali, jadi cepet ancur (mulai nge-les)
Agung : Bukan,..ini sobeknya karena benda tajam. Bisa batu yang runcing atau pinggiran aspal. Tapi anehnya kenapa sobek dideket pelek ya?...(mikir...)
Inge : (Pura-pura ikut mikir,...hihihi...) Hm,...Jangan-jangan di parkiran sekolahan ada orang yang marah atau kesel ama aku trus nyoblos ban mobilku pake piso, ngkali...
Agung : Nggak mungkin lah, lagian parkirnya kan didepan pak satpam pasti dia ngeliat kalo ada yang nggak beres.
Inge : Lah,...jangan-jangan pak satpam-nya sendiri kali. Marah karena cintanya aku tolak....
Agung : Ngaco! Ya udah biar yang ini diberesin dulu. Pulang aja duluan dengan mobil yang itu,....

Akhirnya memang benar mesti mengganti dengan ban yang baru karena sobeknya terlalu lebar jadi tidak bisa ditambal. Suamiku sempat mewanti-wanti jika dalam kurun waktu satu atau dua bulan kedepan kejadian ini terulang lagi, aku disuruh naek jeep merah aja. Huhuhuhu,...takut....!(takut panas maksudnya, karena nggak ada ac-nya). Dan sukurlah hingga sekarang kejadian itu belum terulang lagi. Amit-amit jabang bayi,..jangan sampe deh terulang lagi.

Hingga akhirnya aku baca artikel di majalah Info Serpong ( sumpah,..ini bukan bermaksud promosi dengan menyebutkan nama majalahnya, tapi suer,..ini majalah gratis, bo' )tentang tertangkapnya sindikat pencuri yang modusnya mengempiskan ban mobil. Jadi mereka terdiri atas 6 orang dengan 3 sepeda motor. Berarti 1 motor dinaiki oleh 2 orang, kan ya? Jadi kalo orangnya ada 8, motornya harus ada 4, kan ya..(penting nggak sih?...kok jadinya kayak soal cerita pada ujian matematika gini?) Ya,..udah lupakan tentang angka-angka daripada kita nanti jadi gila.

Lanjut ceritanya; Jadi masing-masing sudah mempunyai tugas. Motor yang pertama mencoblos ban dengan menggunakan pisau. Motor yang kedua memberikan aba-aba atau menunjuk-nunjuk kearah ban mobil atau menyetop mobil dan mengatakan bahwa ban mobil kempis. Sedangkan motor yang ketiga adalah pemetik, arti ketika pengendara turun untuk mengecek kendaraannya mereka merampas apa saja yang ada didalam mobil itu, bisa tas, laptop, hp, dll..Tapi kalau kaset atau botol susu atau kacamata mereka tidak mau...Ya iya lah...Lagian kacamata gitu loh,...Kalo kacamatanya dapet yang kacamata minus sementara dia udah plus,..kan nggak cocok..Apalagi kalo silinder kayak aku. Udahlah silinder, kacamatanya pantat botol lagi. Siapa yang sudi...(..udah ah,..ini omongan nggak penting..bener-bener nggak penting, tau...)

Setelah membaca artikel itu aku tercenung. Kejadian yang menimpaku kala itu bisa saja merupakan bagian dari kegiatan mereka. Ketika yang pertama gagal mereka mungkin masih mencoba untuk yang kedua kalinya. Tapi akhirnya mereka pun menyerah dalam menghadapi emak-emak yang satu ini. Soalnya PINPINBO alias pintarpintarbodoh. Bayangkan,..waktu dikasih tau eh,...malah di gas pol, udah gitu giliran mau mengecek bannya, eh,..milih berentinya ditempat yang rame banget, gimana mereka bisa beraksi. Dan emang dasar akunya juga rada dodol. Tapi terlepas dari itu semua, aku mengucapkan terima kasih kepada pelindungku, maha besar....: ALLAH S.W.T
Terima kasih ya Allah...I Love YOu...muah..

Thursday, July 17, 2008

freaky couple

Untuk pertama kalinya aku datang ke rumah duka.

Ayah dari salah seorang sahabat dekat kami meninggal dan disemayankan dirumah duka sebuah RS di Tangerang. Sesuai dengan adat etnis china maka para tamu yang datang disediakan tempat duduk dan disuguhi makanan ringan layaknya orang bertamu. Aku dan suami adalah tamu pertama yang datang. Karena kami cukup akrab maka obrolan pun lebih banyak bersifat santai. Bahkan beberapa kali diselingi dengan humor kecil untuk menghibur teman yang sedang berduka. Setelah lebih kurang setengah jam disana aku dan suami pun berpamitan. Temanku pun mengantarkan hingga ke pintu. Dan untuk terakhir kalinya aku kembali ingin mengungkapkan rasa simpati yang mendalam. Tapi musibah besarlah yang terjadi. Tanpa sadar mulutku mengucapkan kata, "Selamat ya...." layaknya pada saat kita hadir keacara undangan pernikahan. Temanku terlihat kaget, aku juga, dan aku pun buru-buru meralat,..."Aduh maaf,..maksudku sekali lagi turut berduka cita ya,...." kataku dengan wajah merah kuning hijau dilangit yang biru. Untung temanku juga cepat menguasai keadaan dan bilang, "Hehe,..iya...emang beliau sekarang udah berangkat dengan selamat..." Aku semakin malu dibuatnya. Untuk menetralisir keadaan suamiku mencoba mencairkan suasana. Dia pun bilang,..."Iya Tika,..pokoknya kita berdua turut berduka cuka..." tanpa disengaja ternyata suamiku pun keseleo lidah. ADOooW...MAK...! "Eh,...maksud saya kami semua turut berduka cita" buru-buru suamiku meralat perkataannya. "Ya,...Ya....ya..." hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut temanku. Aku buru-buru mencubit lengan suamiku dan menyeretnya untuk sesegera mungkin pergi dari tempat itu sebelum terjadi insiden selanjutnya.......Ampuuuuuun.......malunya......

Friday, July 11, 2008

ekstrim kuliner

Rasanya jengkel sekali dengan reaksi kulitku terhadap beberapa jenis makanan. Entah mengapa 3 tahun terakhir ini aku jadi alergi pada makanan yang berasal dari daging sapi termasuk semua produk yang berbahan dasar sapi seperti dairy product. Biasanya beberapa saat setelah aku mengkonsumsi daging sapi telapak tanganku terasa panas dan kemudian menjadi sangat kering hingga akhirnya pecah-pecah atau mengelupas. Sudah beberapa dokter kulit didatangi tapi tetap saja tidak sembuh-sembuh. Ya iya lah,..gimana bisa sembuh kalau pantangannya dilanggar terus. Larangannya hanya agar tidak mengkonsumsi makanan yang dapat memicu alergi, tapi siapa yang tahan dengan godaan sate padang, sop kaki, rawon, es krim, cis kek, dll. Terus terang aku tidak tahan.

Dengar dari sana-sini katanya daging ular atau biawak bisa menyembuhkan. Entah mitos entah memang bener, tapi kayaknya tidak ada salahnya untuk mencoba. Malam ini aku dengan diantar suami pergi ke sebuah warung reptil kaki lima. Bukan reptilnya yang berkaki lima tapi warung kaki lima yang menyediakan hidangan reptil antara lain ular kobra dan biawak.

Duduk sambil menunggu datangnya pesanan (..aku memesan seekor biawak goreng..)aku dan suami saling pandang. Dengan pandangan tidak percaya dia lagi-lagi bertanya,.."Yakin?...bisa menghabiskannya...?" Aku tertawa dan menjawab,"Lihat saja nanti..."

Kalau biawak aku tidak takut. Tapi dengan ular aku memang agak takut. Dan sebalnya kandang ular yang akan dimasak terletak tidak jauh dari tempat dudukku. Berkali-kali aku mencoba untuk mengalihkan pandangan dari sana tapi berkali-kali juga mataku kembali melirik kesana. Adegan aku mencuri pandang ke ular-ular itu tak ubahnya seperti adegan seorang gadis remaja yang sedang melirik pacarnya. Pemandangan yang sangat menggemaskan,..hahahaha...

Setelah hidangan datang aku pun mulai menikmatinya. Hm,,...yummy,...rasanya seperti daging ayam kok. Tidak amis dan tidak alot. "Mau coba?" aku menawari suami. Dia menggeleng sambil mengangkat bahunya. "Atau pesan makanan laih, gih..."kataku. Lagi-lagi dia menggeleng sambil berkata," Boro-boro mau makan, sekarang aja rasanya perut udah turun sampai ke lantai"..Aku terbahak mendengarnya. Lalu kami larut dalam diskusi tentang halal-haram. Untuk menghibur diri sendiri aku mengatakan bahwa biawak tidak haram pada saat aku makan ini karena tujuannya untuk pengobatan. Tapi jika suamiku yang memakannya maka akan menjadi haram. Tanpa terasa sepiring daging biawak goreng kuhabiskan sendirian. Dan ternyata harganya pun tidak terlalu mahal. Setelah membayar kami bergegas pulang. Sembari jalan aku mendesah, "Mudah-mudahan malam ini aku mimpi dikejar-kejar biawak......! Hiiii......."

Wednesday, July 9, 2008

Ipaabong 5th anniversary

Sebenarnya aku ingin meniadakan perayaan ulang tahun Ipa Abong tahun ini. Tapi apa daya, ternyata karyawan-karyawanku memaksa. Dengan wajah memelas dan berbagai alasan yang tidak mungkin aku tolak akhirnya mereka menang juga. Aku mengalah dan menuruti kemauan mereka untuk pergi bersama. Kembali pantai menjadi pilihan karena kebanyakan dari mereka berasal dari daerah pegunungan di wilayah Bogor.

Lagi-lagi ke Anyer dan mereka tidak pernah bosan. Dan kegairahan serta sukacita mereka itulah yang selalu tidak bisa aku tolak. Dengan persiapan sesingkat-singkatnya termasuk booking cottages dan beli hadiah pada H-1, acara itu tetap terselenggara juga akhirnya.

Tempat ini kembali kami pilih karena tahun lalu juga dirayakan disini.

Pantainya cukup landai sehingga aman bagi anak-anak untuk bermain
Pemandangannya juga cukup eksotis
Pasirnya halus dan tersedia tempat untuk bermain volly pantai jika sudah bosan di air
Oh,..my God,..Rolling stones is everywhere...liat anak yang berkaos biru itu?

Dan inilah beberapa rekaman gambar selama menginap..
Saat kelaparan menunggu ikan bakar yang sedang dikerjakan secara gotong royong
Saking kelaparannya sudah tidak ada lagi budaya ngantri. Semua menyerbu meja makan...
Ini bukan finalis L-Men tapi salah seorang operator andalan kami
Didalam air sempat-sempatnya diskusi masalah pekerjaan
Semua ikut nyebur
Balapan dengan surf board
Wajah-wajah kecapaian

Dihari kedua semua masih kegilaan bermain ombak. Tapi semua sudah diwanti-wanti agar tepat pada jam 12 berkumpul untuk makan siang. Hidangan sayur asem, goreng ikan asin, lalapan dan sambel terasi dalam sekejap ludes.
Yang makannya paling sedikit kebagian nyuci piring ya...

Sehabis makan tiba saat yang paling ditunggu-tunggu karena saatnya pengambilan no undian untuk hadiah tahunan. Ada kompor gas, dispenser, blender, toaster,blow dry, setrikaan, kasur lipat, termos, dan kipas angin. Pokoknya semua pasti kebagian hadiah.
Nih dia,..gambar orang-orang yang beruntung itu beserta hadiahnya,...selamat ya....

Saturday, June 21, 2008

trip to jateng

Rasanya kurang tepat jika disebut trip to jateng. Lebih tepat jika disebut work to jateng.

Mungkin liburan tahun ini adalah liburan paling tragis bagi anak-anak. Kebalikan dengan kehidupan orang-orang yang masa liburan adalah waktu berkumpul dengan anak-anak maka liburan kali ini aku benar-benar disibukkan oleh pekerjaan sehingga waktuku untuk bertemu dengan anak-anak hanya selepas jam kerja, biasanya dari jam 5 sore hingga malam hari menjelang tidur.

Bahkan kesempatan untuk keluar kota pun dimanfaatkan untuk bekerja. Sempat ragu juga karena ketika melakukan pemesanan hotel dari jakarta, tidak satupun hotel di Jogja yang mau menerima. Semua sudah full booked. Sinting....Tapi kita putuskan untuk tetap berangkat. Masalah hotel nanti dipikirkan belakangan. Sebelumnya kita memberikan peringatan kepada anak-anak bahwa perjalanan kali ini bukan untuk bersenang-senang, jadi harus menerima segala kondisi yang ada, antara lain tidak dapat hotel yang bagus, tidak mengunjungi objek wisata, tidak belanja-belanja, dan harus ikut kemanapun orang tuanya pergi. Awalnya mereka tidak setuju. Mereka pikir lebih baik dirumah saja. Tapi ketika menyadari dirumah tidak ada siapa-siapa yang bisa mengurusi atau menunggui, mereka terpaksa menerima keadaan.(..sungguh kasihan...hahaha...)
Ini adalah gambaran anak-anak yang tidak berdaya itu dalam rangka mengikuti orang tuanya mencari nafkah. Mudah-mudahan tidak ada yang melapor ke KOMNAS ANAK...kikikik

Perjalan kali ini kami memilih jalur selatan karena tujuan utama adalah Kota Klaten. Biasanya kami lebih sering menggunakan jalur utara karena lebih cepat. Meskipun bagi beberapa orang jalur utara dianggap jalur tengkorak, tetap jalur ini menjadi favorit karena lebih cepat. Jalur selatan lebih lama karena jalannya yang berbelok-belok. Tapi bagi aku dan suami tetap senang dengan perjalanan ini karena pada dasarnya kami lebih menikmati perjalanan itu sendiri ketimbang berada dikota tujuan. Disamping snack dan minuman ringan, yang tidak pernah dan tidak boleh ketinggalan adalah lagu-lagu Ebiet G Ade. Ini wajib hukumnya. Dan ditengah malam buta itu bersenandunglah kami berdua:,...Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita.....Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang,...dudududu....dudududu...(wez....sadiiiz.....!)
Enaknya lagi kalau lewat jalur selatan pemandangan lumayan indah. Salah satunya sawah yang terhampar luas yang dinikmati sambil makan es dawet. Seperti ini...




Sesampai di Jogja apa yang ditakutkan benar-benar terjadi. Semua hotel full booked. Ada berpuluh-puluh bis dan ratusan kendaraan pribadi berplat jakarta berseliweran. Eeeedyan....tenaaaan....(artinya: giiiiila betuuuuul!) Jadi,...gimana?...Yah,...mau tidak mau,..anak-anakku tersayang, kita terpaksa menginap di hotel kelas melati. Siapa tahu besoknya dia berubah jadi mawar atau krisan sekalian. Yang penting kita bisa istirahat dulu. Karena sopir sama navigator matanya udah merah kayak orang marah, dan kelopak matanya sudah tidak mau diajak kompromi alias sering nutup sendiri.
Ada yang kenal atau familiar dengan bentuk ini? Nah,..silahkan tebak sendiri nama penginapan ini apa. Atau kalau kurang kerjaan boleh ngintipin penginapan di Jogja satu demi satu demi menemukan tempat ini. Untuk yang bisa menebak dengan benar ada hadiah langsung satu buah payung nova. Ini serius loh...?!

Setelah balas dendam tidur 8 jam saatnya untuk mencari makan malam. Dan Jogja emang top banget. Makanan disini selain murah, porsinya juga besar. Makan bebek goreng di Cak Koting, potongannya guede-guede, usus dan babat gorengnya juga satu "lepe'an"(piring kecil) penuh. Pesen udah macem-macem, termasuk ati-ampela, lele, sampe burung dara segala,..abisnya cuma seratus ribuan. Halah,...
Akhirnya sisa makanan yang tidak termakan kita bungkus. Sayang kan kalau terbuang.

Selepas makan sempat juga bingung mau ngapain. Mau jalan-jalan di Malioboro males karena yang namanya wisatawan entah itu yang lokal maupun yang asing, tumpah ruah disepanjang Malioboro. Dari pada berdesak-desakan dan juga tidak ada kepentingan mendingan tidak usah ikut-ikutan deh.

Sebuah tempat pijat refleksi bernama Kakiku, jadi tempat menuntaskan semuanya. Yang namanya pinggang rasa mau copot, punggung panas, kaki pegel, hilang semuanya. Asli ini obat yang paling manjur. Rasanya segar kembali untuk memulai aktifitas keesokan harinya. Klaten,...tunggu kami...

Di Klaten ada daerah yang bernama Ceper yang menjadi sentra industri besi cor. Dengan bermodalkan kata "Ceper" mulailah kami bertanya kesana-kemari dan ternyata tidak sia-sia. Kami menemukan sentra industri itu juga.


Bosan bertanya sana-sini akhirnya kita menemukan tempat bertanya yang sangat tepat. Iya,..ke Kadin aja sekalian....hehehe...pinter kan...

Di kawasan ini berkumpul pabrik pengecoran besi termasuk juga yang industri rumahannya. Beberapa kita datangi langsung untuk memperkenalkan diri dan berharap kedepannya akan dapat terjalin kerjasama. Setelah setengah harian berkeliling dan dapat mengantongi beberapa nama pabrik beserta alamat dan nomor telfonnya kami memutuskan untuk mampir ke Solo. Kota Solo yang penuh nostalgia karena merupakan kota kelahiran suamiku.

Loh?1...katanya nggak belanja, tapi kok masih sempat belanja? Dasar wanita!

Setelah makan malam kami memutuskan untuk segera kembali ke penginapan di Jogya. Juga berencana untuk pijat refleksi lagi. Tapi ternyata apa yang terjadi, jalan masuk ke penginapan ditutup rapat. Katanya sedang ada hajatan kumpul pendengar koesplus se Jogja yang di sponsori oleh sebuah merek rokok ternama. Aduh,..aduh..
Tiba-tiba panggung itu berdiri tepat jalanan depan halaman penginapan tempat kami akan istirahat.
Dan lelaki itu,...hik..hik...hik...lelaki itu memainkan gitarnya dengan penuh kesombongan.
Sementara disisi lain panggung mereka membentuk grup dan menari poco-poco..
Merana benar malam itu. Boro-boro mau pijat refleksi, istirahat saja terganggu dengan suara musik yang sangat keras. Acaranya sendiri berakhir jam 1 malam.

Keesokan harinya kami bersiap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta. Berangkat agak pagi karena akan mampir sebentar di Purworejo untuk menghadiri acara lamaran pernikahan keponakan. Emang dasar keluarga koboi, tidak suka dengan acara penuh formalitas, kebayang nggak sih jika kami berganti pakaian resmi didalam mobil dipelataran parkir sebuah Bank BRI unit yang berjarak 10 m dari tempat acara? Hihihi...
Inilah jari-jari yang saling bertukar cincin itu...
Selesai acara langsung pamitan dan setelah berjalan beberapa kilometer, lagi-lagi peristiwa berganti pakaian terjadi. Kali ini kembali mengenakan baju kasual yang dipakai sebelumnya.

Purwokerto kami pilih untuk tempat jajan selanjutnya. Sempat menghabiskan waktu hampir 2 jam hanya untuk menemukan soto langganan. Pokoknya harus ketemu dan memang akhirnya ketemu. Dan inilah yang menjadi awal bencana. Karena terlalu lama menghabiskan waktu di Purwokerto kami jadi agak kemaleman sampai di Nanggrek. Dan apa yang dikhawatirkan terjadi. Nanggrek, muacet totaaal! Huhuhu,..sempat tanya-tanya pada sopir truk ternyata setiap minggu malem senin itu sudah lumrah kalau terjadi macet. Soalnya banyak orang orang jateng yang memilih untuk berwisata akhir pekan ke Bandung dan sebaliknya. Apalagi ini musim liburan. Bisa-bisa macet 3 sampai 4 jam. APA???!!!!

Setengah putus asa kami mencoba untuk tetap bersabar. Tapi tidak sedikitpun terlihat tanda-tanda kendaraan beringsut jalan. Malah hampir semua mobil mematikan mesin kendaraan. Sepertinya mereka lebih memilih untuk tidur daripada menunggu dengan penuh kekesalan. Aku mulai panik. Jika mesin kendararaan dimatikan anak-anak pasti bangun karena mereka akan merasa kepanasan. Dan kalau anak-anak sempat pada bangun, sudah terbayang repotnya kayak apa karena mereka pasti pada protes dan rewel. Akhirnya aku putuskan untuk berdo'a memohon agar Allah memberikan keajaiban. Aku membaca ayat kursi dengan amat khusu'. Dan aku memohon dengan amat sangat agar Dia memberikan mukjizatnya,...dan ajaib...selang beberapa saat kemacetan mulai mencair. Kendaraan mulai jalan pelan-pelan dan lima menit kemudian laju kendaraan menjadi sangaaaat lancar seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Sumpah,..demi Allah kami berdua benar-benar takjub. Memang Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Dan meluncurlah kami di Tol Cipularang,...lalu Tol Cikampek,...lalu Tol Pondok Indah, lalu Tol Bintaro,.....lalu jalan raya serpong dan jam setengah lima masuk rumah,....langsung mandi,...mendarat diatas ranjang empuk, dalam hitungan detik,...grooook.....groooook.....grooook.....(suara ngorok bersahut-sahutan...)

capturing denias...

Hari yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Dan inilah beberapa hasil jepretanku.....Taddaaaaa,.....









comercial break, ada iklan yang mau lewat,..eh,..salah, ada sapi yang mau lewat...



Hari semakin panas, kening pun semakin berkerut






Beberapa jepretan lagi,...





Akhirnya selesai,.....
thanks everyone,...